SLEMAN, InfoPublik – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis BUMKal Nyawiji di Ruang Sasana Wicara, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (14/9/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat tata kelola usaha desa melalui pemetaan potensi wilayah, perluasan kemitraan, serta pemanfaatan strategi pemasaran digital.
Perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Siska Wulandari, menjelaskan, Condongcatur memiliki karakteristik unik sebagai kawasan desa berwawasan perkotaan.
Oleh karena itu, penetapan arah usaha BUMKal perlu disesuaikan dengan dinamika pasar, kebutuhan riil masyarakat lokal, serta kapasitas lembaga ekonomi yang ada agar pengembangan usaha dapat berjalan secara optimal.
Sejalan dengan hal tersebut, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sleman, Agung Margandhi, menguraikan, analisis potensi wilayah dapat dilakukan melalui metode observasi, wawancara, hingga penelaahan data desa.
Usaha prioritas yang dipilih hendaknya memiliki kepastian pasar, mampu dijalankan oleh sumber daya manusia setempat, serta berorientasi pada keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
Salah satu wujud pemanfaatan peluang di tengah keterbatasan lahan perkotaan Condongcatur diimplementasikan melalui proyek budi daya melon menggunakan sistem greenhouse oleh BUMKal Nyawiji.
Pengurus BUMKal Nyawiji, Kuwat, menyampaikan, inovasi pertanian modern ini menjadi solusi efektif untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara produktif dan bernilai ekonomi tinggi.
Pelatihan ini turut mendorong penguatan jejaring kemitraan antarlembaga ekonomi desa.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Condongcatur, Siswantoro, bersama Ketua BPKal Condongcatur, Sunarto, menyambut positif upaya kolaborasi ini untuk menampung produk lokal, menekan biaya produksi usaha warga, serta memperluas jangkauan pasar produk UMKM, Gapoktan, dan Kelompok Wanita Tani melalui integrasi teknologi pemasaran modern. (MC Sleman / KIM Depok / Wasana)