Bojonegoro, InfoPublik – Musim kemarau membuat sebagian warga di Kabupaten Bojonegoro kesulitan mendapatkan air bersih. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro pun turun tangan dengan menyalurkan air bersih ke Desa Kumpulrejo dan Desa Ngraseh.
Koordinator Program Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro Wahyu Theo Alfian mengatakan, distribusi air bersih di dua desa tersebut telah memberikan manfaat kepada sedikitnya 465 penerima.
“Setiap kali mobil tangki air bersih PMI datang, masyarakat langsung berbondong-bondong untuk mengambil air bersih,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Menurut Wahyu, antusiasme warga terlihat setiap kali mobil tangki PMI tiba di lokasi. Warga segera mendatangi titik distribusi untuk mengambil air yang digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari layanan PMI untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. PMI Bojonegoro juga terus memantau kebutuhan warga di wilayah yang terdampak kekeringan.
Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati mengatakan, pihaknya berupaya merespons setiap laporan kekeringan yang diterima melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Insyaallah setiap laporan yang masuk melalui BPBD dan diteruskan ke PMI Kabupaten Bojonegoro, kita langsung bergerak ke lokasi,” kata Ninik.
Ia menambahkan, distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah tanggap untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. PMI juga terus mengevaluasi kondisi di lapangan agar bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan.
PMI Kabupaten Bojonegoro berencana memperpanjang pelayanan distribusi air bersih hingga akhir Oktober 2026. Kebijakan tersebut mempertimbangkan kemungkinan masih berlangsungnya musim kemarau dan kebutuhan warga terhadap pasokan air bersih.
“Dalam kegiatan pelayanan air bersih, insyaallah kita akan memperpanjang layanan air bersih hingga akhir Oktober,” tuturnya.
PMI Bojonegoro berharap distribusi air bersih dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro.(Mc.Jatim/hjr/eyv)