SLEMAN, InfoPublik – Puskesmas Depok III Sleman menguatkan penanganan penyakit tidak menular (PTM) di wilayah Kalurahan Caturtunggal melalui pengembangan program inovasi "Gelar Tikar" atau Gerakan Tanggulangi dan Sadar Penyakit Tidak Menular.
Penanggungjawab Program Gelar Tikar Puskesmas Depok III, Ardhitya Sejati, menjelaskan, gerakan tersebut dirancang sebagai pendekatan kemasyarakatan untuk mengenali faktor risiko PTM sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara promotif dan preventif.
"Gelar Tikar mengintegrasikan berbagai aktivitas masyarakat mulai dari identifikasi, skrining faktor risiko, edukasi, aktivitas fisik berkala, hingga pemantauan kesehatan secara mandiri. Pengendalian ancaman PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga stroke memerlukan keterlibatan aktif masyarakat," papar Ardhitya dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor Tribulanan di Aula Puskesmas Depok III, Depok, Sleman, Kamis (10/9/2026).
Implementasi program yang melibatkan sinergi tenaga kesehatan, kader, pemerintah kalurahan, dan elemen lintas sektor ini terbukti berhasil mendongkrak berbagai indikator kesehatan daerah.
Indeks Keluarga Sehat (IKS) di wilayah sasaran tercatat meningkat dari 34,04 persen menjadi 38,48 persen.
Selain itu, capaian skrining kelompok usia produktif (15–59 tahun) sukses menembus angka 101,29 persen, dengan cakupan pelayanan penderita hipertensi mencapai 100 persen dan diabetes melitus sebesar 100,30 persen.
Frekuensi kegiatan penyuluhan PTM juga melonjak signifikan dari 41 kegiatan pada 2021 menjadi 175 kegiatan pada 2025.
Melalui penguatan edukasi dan deteksi dini secara konsisten, masyarakat diharapkan dapat mengenali risiko kesehatan lebih awal sehingga tercipta masyarakat Caturtunggal yang sehat, mandiri, dan berdaya. (MC Sleman / KIM Depok / Athiful)