Blora, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Blora terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM). Ini merupakan salah satu langkah dilakukan melalui kegiatan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) yang dilaksanakan pada (9/9/2026) di Saung Mekar Sari, Embung Rowo, Desa Karangjati, Kecamatan Blora.
Hal ini menjadi forum koordinasi dan penguatan komitmen bersama antara pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN/BUMD, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil (OMS), NGO, Baznas, PMI, serta berbagai pihak lainnya dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian ATM di Kabupaten Blora.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Blora yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Tri Cahyo Warsoko. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, penguatan kemitraan perlu diwujudkan melalui integrasi program penanggulangan ATM ke dalam dokumen perencanaan dan dokumen penganggaran, dengan melibatkan berbagai sektor, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN/BUMD, sektor swasta hingga Non-Governmental Organization (NGO).
“Penguatan kemitraan menjadi bagian penting dalam memastikan program pencegahan dan pengendalian ATM dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat, baik dalam perencanaan maupun dukungan penganggaran,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa secara umum kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Blora cukup baik. Namun demikian, berbagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tetap perlu dilakukan secara konsisten melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Pada kesmepatan yang sama, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Anton Suwoto, memaparkan, analisis situasi ATM berdasarkan data SIHA, SITB dan e-Sismal.
Untuk Tuberkulosis, tercatat sekitar 8.700 orang terduga TB atau mencapai 84,61 persen dari target sebanyak 9.720 orang. Sementara itu, pada data SITB anak tercatat sebanyak 345 kasus, dengan capaian hampir 19 persen.
Pada program AIDS, capaian yang telah diraih berada di angka 81,2 persen dari target 85 persen.
“Data tersebut menjadi dasar bagi kita untuk menentukan langkah dan prioritas kegiatan pencegahan serta pengendalian ATM. Peran Puskesmas dan seluruh mitra sangat diperlukan untuk meningkatkan capaian program,” jelas Anton.
Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai prioritas kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam rangka pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria.
Selain itu, peserta juga membahas usulan kegiatan prioritas yang dapat dilaksanakan melalui kemitraan, antara lain dengan melibatkan OPD nonkesehatan, CSR perusahaan, Baznas, OMS, PMI dan berbagai unsur masyarakat lainnya.
Paparan dari unsur OPD disampaikan oleh Yuli Purwaningsih Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora. Paparan tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi pengalaman dan praktik baik dalam membangun kemitraan lintas sektor. Penguatan kemitraan juga diisi dengan sharing success story dalam membangun kolaborasi untuk mendukung program ATM.
"Dalduk ada tim untuk membantu pelaksanaan pencegahan ATM di Blora ada pik R, forum genre kabupaten dan kecamatan. Peran mereka memberikan edukasi, pencegahan hiv Aids untuk penyiapan kehidupan keluarga". ucap Yuli.
Sementara itu, Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP)/TJSLP Kabupaten Blora, Heri Slamet Hariyadi yang merupakan Direktur Utama PT Blora Patragas Hulu (BPH Blora), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Blora menyampaikan Mekanisme Pelaksanaan TJSP di Kabupaten Blora dengan dukungan dunia usaha terhadap upaya pencegahan dan pengendalian ATM, khususnya bagi masyarakat umum yang terdampak AIDS, Tuberkulosis dan Malaria.
“Perusahaan memiliki ruang untuk memberikan kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat program pemerintah dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat,” kata Heri.
Pada akhir kegiatan dirumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang mencakup kontribusi anggaran dan kegiatan prioritas untuk mendukung program PP ATM. Sumber dukungan diharapkan berasal dari CSR, Baznas, OMS, OPD nonkesehatan, PMI, serta unsur kemitraan lainnya.
Penguatan forum kemitraan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Blora yang semakin sehat, sekaligus memastikan upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria dilakukan secara terpadu, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat. (MC Kab. Blora/Vinna/Eyv)