Bawa Isu TBC dari Desa, Dua KIM Lumajang Berjaya di Genbest 2026
Foto Ilustrasi/Istimewa
Foto Ilustrasi/Istimewa
Lumajang, InfoPublik – Berangkat dari persoalan kesehatan yang dekat dengan kehidupan warga, dua Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Lumajang berhasil membawa karya dari desa ke panggung nasional. KIM Desa Tukum Mandiri dan KIM Desa Kertosari meraih penghargaan dalam ajang Genbest 2026 bertema “Masyarakat Sehat, Indonesia Kuat”.
KIM Desa Tukum Mandiri meraih Juara 2 Nasional Lomba Artikel Kategori Komunitas melalui karya berjudul “TBC Tak Terlihat, Kepedulian Harus Terlihat”. Sementara itu, KIM Desa Kertosari meraih Juara Favorit Nasional Lomba Video Kreatif Kesehatan Kategori Komunitas.
Penghargaan diserahkan dalam Awarding Genbest 2026 di Lume Coffee & Lounge, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).
Kedua KIM tersebut bersaing di tengah tingginya jumlah peserta. Sekitar 1.600 karya mengikuti kategori artikel dan sekitar 800 karya berkompetisi pada kategori video. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia untuk kategori perorangan maupun komunitas.
Pada kategori komunitas, peserta berasal dari KIM, PKK dan Posyandu, serta Karang Taruna.
KIM Desa Tukum Mandiri memilih tuberkulosis (TBC) sebagai isu utama dalam artikelnya. Karya “TBC Tak Terlihat, Kepedulian Harus Terlihat” menekankan pentingnya kepedulian serta informasi yang benar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap TBC.
Ketua KIM Desa Tukum Mandiri, Muhammad Luqman, mengatakan pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk mendekatkan isu kesehatan dengan kehidupan masyarakat.
“Kami ingin informasi tentang TBC tidak berhenti sebagai informasi, tetapi bisa membuat orang lebih peduli,” ujar Luqman.
Menurut Luqman, informasi kesehatan perlu disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga masyarakat tidak ragu mencari informasi yang tepat maupun berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
“Kalau informasinya dekat dengan kehidupan sehari-hari, masyarakat akan lebih mudah memahami dan meresponsnya,” katanya.
Jika Tukum Mandiri memilih artikel sebagai medium penyampaian pesan, KIM Desa Kertosari menggunakan video kreatif. Format audiovisual dipilih untuk menyampaikan informasi kesehatan secara komunikatif dan sesuai dengan pola konsumsi informasi digital masyarakat.
Ketua KIM Desa Kertosari, Kofan Muklis, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus memproduksi konten yang menarik sekaligus memiliki nilai edukasi.
“Kami ingin membuat konten yang enak dilihat, tetapi pesannya tetap sampai,” kata Kofan.
Menurutnya, kreativitas menjadi salah satu cara untuk mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat.
“Yang penting bukan hanya videonya menarik, tetapi setelah melihat, masyarakat mendapat sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Karya peserta Genbest 2026 dinilai oleh juri dari unsur kesehatan, media, komunikasi, dan industri kreatif.
Pada kategori artikel, penilaian dilakukan oleh Winne Widiantini dari Kementerian Kesehatan, AN Uyung Pramudiarja dari detikHealth, serta Ugiadam Farhan Firmansyah, dokter sekaligus pemengaruh kesehatan.
Sementara kategori video dinilai oleh Satryo Utomo dari Kementerian Kesehatan, praktisi komunikasi dan media Mauluddin Anwar, serta pemengaruh kreatif digital Ajazil Hawaris.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menilai keberhasilan tersebut membuktikan masyarakat desa memiliki peluang untuk berperan dalam membangun komunikasi publik melalui karya kreatif yang relevan dengan kebutuhan warga.
“Ini menunjukkan bahwa dari desa pun bisa lahir karya yang punya pesan kuat dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Mustaqim, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, penyampaian isu kesehatan membutuhkan informasi yang tidak hanya benar, tetapi juga mudah dipahami dan mampu menjangkau masyarakat.
“Pesan yang baik adalah pesan yang sampai kepada masyarakat dan bisa memberi manfaat,” katanya.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/An-m)