Probolinggo, InfoPublik – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mendorong Panti Tresna Wreda Muhammadiyah dikembangkan menjadi salah satu percontohan pelayanan lanjut usia (lansia). Mencakup layanan kesehatan, aktivitas fisik, kerohanian, hingga kegiatan untuk mempertahankan kemampuan kognitif penghuni.
Dorongan tersebut disampaikan Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, saat mengunjungi Panti Tresna Wreda Muhammadiyah di Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Selasa (8/9/2026).
Kunjungan dalam rangka Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo itu sekaligus diisi dengan pemeriksaan dan edukasi kesehatan bagi 17 penghuni panti oleh tim Puskesmas Sukabumi.
Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan lansia melalui aktivitas fisik, mempertahankan massa otot, serta melatih daya ingat. Menurutnya, penurunan kemampuan tubuh seiring bertambahnya usia perlu diimbangi dengan aktivitas sesuai kondisi masing-masing lansia.
“Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang tinggal di Panti Tresna Wreda Muhammadiyah ini memang harus terus beraktivitas. Ingatan kita makin lama makin turun dan kalau sudah turun itu sulit untuk dikembalikan lagi,” ujar Aminuddin.
Ia mencontohkan aktivitas ibadah seperti salat sebagai salah satu bentuk gerakan ringan yang dapat dilakukan lansia. Sementara lansia yang masih mampu melakukan aktivitas fisik lainnya dianjurkan tetap berolahraga untuk melatih otot dan menjaga sirkulasi darah.
Aminuddin juga menilai keberadaan panti lansia akan semakin dibutuhkan seiring perubahan struktur demografi masyarakat. Karena itu, yayasan dan organisasi kemasyarakatan didorong ikut mengembangkan pelayanan bagi kelompok lansia di Kota Probolinggo.
Menurutnya, pengembangan pelayanan lansia tidak hanya berkaitan dengan sarana dan prasarana, tetapi juga mencakup kegiatan kesehatan, kerohanian, aktivitas fisik, dan kegiatan yang dapat membantu mempertahankan kemampuan kognitif.
Ia juga mendorong penghuni panti tetap menjalani kegiatan produktif dan menyenangkan sesuai kemampuan, seperti keterampilan, silaturahmi, serta kunjungan wisata.
Bagi lansia yang masih mampu berjalan, penggunaan alat bantu seperti tongkat juga dianjurkan untuk membantu menjaga keseimbangan dan mendukung mobilitas.
Pemkot Probolinggo berharap penguatan pelayanan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup lansia sekaligus menjadikan Panti Tresna Wreda Muhammadiyah sebagai salah satu rujukan pengembangan pelayanan lansia di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo, Intan Sudarmadi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus bagian dari rangkaian pelayanan sosial dan kesehatan bagi penghuni panti.
Selain pelayanan kesehatan, Pemkot Probolinggo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo menyerahkan paket kebutuhan pribadi dan sembako kepada 17 penghuni.
Toserba Graha Mulia turut memberikan tiga voucer belanja masing-masing senilai Rp100 ribu.
(es/nea)