Probolinggo, InfoPublik – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo membuka peluang memberikan dukungan rehabilitasi Panti Tresna Wreda Muhammadiyah yang saat ini menampung 17 lanjut usia (lansia) dan menghadapi keterbatasan kapasitas serta kebutuhan perbaikan sejumlah ruangan.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Panti Tresna Wreda Muhammadiyah di Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Selasa (8/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Aminuddin meninjau kamar penghuni, termasuk sejumlah bagian bangunan yang membutuhkan rehabilitasi. Ia juga melihat langsung pelayanan terhadap lansia yang mengalami demensia dan membutuhkan pendampingan lebih intensif.
Aminuddin mengatakan Pemkot Probolinggo akan melihat peluang dukungan melalui program yang tersedia, termasuk untuk rehabilitasi fisik bangunan.
“Kalau ada program, nanti kita lihat untuk rehabilitasi fisik. Bisa juga dari Muhammadiyah dan Baznas membantu, terutama kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Selain meninjau kondisi bangunan, Aminuddin membuka dialog dengan penghuni panti mengenai kesehatan. Salah seorang lansia kelahiran 1952, Suwati, mengeluhkan penggunaan sejumlah obat untuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan nyeri yang telah dikonsumsi selama beberapa tahun.
Suwati mengaku sempat mengurangi sendiri konsumsi obat diabetes dan antinyeri karena khawatir terhadap efek penggunaan jangka panjang. Namun, kadar gula darahnya kembali tinggi ketika obat diabetes tidak dikonsumsi.
Aminuddin mengingatkan agar lansia tetap mengikuti petunjuk dokter dalam mengonsumsi obat dan tidak menghentikan pengobatan secara sepihak.
“Untuk obat-obatan yang penting saja. Kalau memang obatnya untuk penyakit darah tinggi, ikuti aturan dokter. Jangan langsung dihentikan. Kalau mau dikurangi, pelan-pelan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan penggunaan obat antinyeri pada lansia perlu dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan arahan tenaga medis.
Selain penggunaan obat, Aminuddin menekankan pentingnya menjaga berat badan pada usia lanjut karena peningkatan berat badan dapat menambah beban kerja sejumlah organ tubuh.
“Yang paling penting sampai kapan pun itu berat badan jangan bertambah. Karena begitu berat badan bertambah, beban organ jantung, liver, ginjal dan paru-paru juga meningkat,” tuturnya.
Aminuddin juga mengajak masyarakat memandang pelayanan dan perawatan lansia sebagai tanggung jawab bersama.
“Kita suatu saat juga akan berada pada posisi seperti bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir di sini. Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya agar umur yang diberikan kepada kita menjadi umur yang barokah,” katanya.
Kepala Panti Tresna Wreda Muhammadiyah Kota Probolinggo, Ratna, mengatakan panti saat ini menampung 17 lansia dengan setiap kamar dihuni dua orang.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah memberikan pelayanan kepada penghuni yang mengalami demensia. Selain itu, keterbatasan kapasitas membuat panti belum dapat menerima seluruh masyarakat yang ingin menitipkan anggota keluarganya.
Ratna berharap dukungan pemerintah maupun pihak lain dapat membantu rehabilitasi bangunan sekaligus pengembangan kapasitas panti. Terlebih, sebagian besar penghuni memperoleh pelayanan tanpa biaya sehingga kebutuhan operasional dan tenaga pengasuh menjadi tantangan tersendiri.
Kunjungan tersebut diharapkan memperkuat dukungan terhadap pelayanan lansia, baik dari sisi kesehatan, pendampingan, maupun kelayakan sarana dan prasarana panti.
(es/fa)