Penipuan Digital Mengintai, Keluarga di Lumajang Diminta Lebih Cermat Bertransaksi
Kominfo Lumajang/Ardi
Kominfo Lumajang/Ardi
Lumajang, InfoPublik — Tautan mencurigakan, permintaan informasi rahasia, hingga penyalahgunaan data pribadi menjadi risiko yang perlu dikenali keluarga seiring semakin luasnya penggunaan layanan keuangan digital.
Upaya meningkatkan kewaspadaan tersebut menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lumajang melalui kegiatan Casual Talk Perlindungan Konsumen, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (6/9/2026).
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan literasi digital perlu dibangun sebagai kebiasaan dalam keluarga agar setiap anggota mampu mengenali risiko penipuan, phishing, maupun penyalahgunaan data pribadi.
“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya keluarga, agar lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan digital. Kami berharap edukasi seperti ini dapat terus diperkuat sehingga masyarakat semakin cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam bertransaksi,” ujar Dewi Natalia.
Menurutnya, kewaspadaan dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana, seperti memeriksa kembali informasi sebelum melakukan transaksi, tidak sembarangan membuka tautan, serta tidak memberikan informasi pribadi atau rahasia kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitasnya.
Keluarga juga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan tersebut. Anggota keluarga yang lebih memahami teknologi dapat membantu mengenali komunikasi yang mencurigakan serta mengingatkan anggota lainnya untuk menjaga kerahasiaan data.
“Perlindungan konsumen bukan hanya soal mengetahui hak, tetapi juga bagaimana kita menjaga diri dan keluarga dari risiko yang tidak diinginkan. Dengan pengetahuan yang baik, masyarakat dapat lebih percaya diri memanfaatkan layanan digital secara aman,” katanya.
Dewi Natalia mengapresiasi kolaborasi Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menyediakan edukasi perlindungan konsumen yang dekat dengan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan memperluas pemahaman keluarga mengenai keamanan transaksi digital.
“Kami mengapresiasi Bank Indonesia yang terus mendorong literasi dan perlindungan konsumen. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lumajang dan menjadi penguat kolaborasi dalam membangun keluarga yang semakin berdaya,” tuturnya.
Melalui edukasi tersebut, TP PKK Kabupaten Lumajang berharap masyarakat tidak hanya mampu menggunakan layanan keuangan digital, tetapi juga memiliki kecakapan mengenali risiko, memeriksa informasi, dan menjaga data pribadi sebelum melakukan transaksi.
Pemahaman itu diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan di lingkungan keluarga sehingga manfaat layanan digital dapat diperoleh tanpa mengabaikan aspek keamanan.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved