Probolinggo, InfoPublik – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menyalurkan santunan kematian kepada dua keluarga ahli waris di Kelurahan Kedopok dan Kelurahan Jrebeng Lor, Kota Probolinggo, Provinsi jawa Timur, pada Senin (2/11/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, saat mengunjungi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
Dua keluarga penerima santunan tersebut merupakan ahli waris almarhum Hosin di Kelurahan Kedopok dan almarhum Muhammad Abdillah di Kelurahan Jrebeng Lor.
Aminuddin mengatakan santunan kematian merupakan salah satu program Pemkot Probolinggo yang diberikan kepada keluarga warga meninggal dunia sesuai dengan persyaratan dan klasifikasi penerima yang telah ditetapkan.
“Kota Probolinggo itu memberi santunan kematian sesuai dengan klasifikasi ataupun mereka yang berhak mendapat santunan. Maka saya secara langsung menyerahkan kepada masyarakat, selain saya silaturahmi,” ujar Aminuddin.
Menurutnya, kunjungan langsung ke rumah duka juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memastikan kehadiran pemerintah di tengah keluarga yang mengalami musibah.
Aminuddin berharap pelayanan kepada masyarakat, termasuk pendampingan keluarga berduka, dapat melibatkan perangkat kewilayahan mulai dari tingkat rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), perlindungan masyarakat (Linmas), hingga kelurahan dan kecamatan.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini menguatkan peran dari RT, RW, Linmas, dan tentu lurah dan camat,” ujarnya.
Sementara itu, Fathul, putra almarhum Hosin, mengatakan ayahnya semasa hidup bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah madrasah.
Selain santunan kematian, keluarga almarhum Hosin juga akan menerima dokumen administrasi kependudukan berupa akta kematian dan kartu keluarga (KK) terbaru.
"Akta kematian, iya, sama santunan,” kata Fathul.
Dalam kunjungan berikutnya ke rumah keluarga almarhum Muhammad Abdillah di Kelurahan Jrebeng Lor, Aminuddin turut berbincang dengan ibu almarhum, Sukarlin, mengenai kondisi kesehatan dan pekerjaan putranya sebelum meninggal dunia.
Sukarlin menuturkan bahwa putranya semasa hidup bekerja di bidang pemasangan perangkat audio kendaraan.
“Bekerja masang audio di mobil itu,” ujar Sukarlin.
(dp/pin)