PWRI Lumajang: Panjang Usia Lebih Bermakna jika Dipenuhi Kebaikan
PWRI Lumajang
PWRI Lumajang
Lumajang, InfoPublik – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Lumajang mengajak para anggotanya menjadikan bertambahnya usia sebagai kesempatan untuk memperbanyak kebaikan, meningkatkan keimanan, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan” di Gedung PWRI Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026).
Ketua PWRI Kabupaten Lumajang, Endang Istijowati, mengatakan peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi diri dan menghidupkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya menjadi momentum untuk mengevaluasi diri dan menerapkan akhlakul karimah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Endang.
Menurutnya, nilai kesabaran, kepedulian, kejujuran, serta perhatian kepada sesama penting untuk terus dijaga dalam setiap fase kehidupan, termasuk ketika memasuki usia lanjut.
“Semakin bertambah usia, hendaknya semakin bertambah pula kesempatan kita untuk berbuat baik dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan,” katanya.
Endang menambahkan, usia lanjut membawa tantangan tersendiri seiring berkurangnya kekuatan fisik. Karena itu, iman dan ketakwaan menjadi pegangan penting dalam menjalani kehidupan sekaligus memaknai perjalanan usia.
Mewakili jajaran penasihat PWRI Kabupaten Lumajang, Djasmari, mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu wujud kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang perlu diterapkan dalam sikap dan perilaku.
Menurutnya, bertambahnya usia semestinya diikuti dengan semakin besarnya perhatian terhadap kehidupan spiritual dan bekal akhirat.
“Ketika masih muda, kita banyak mengejar dunia. Memasuki usia tua, sudah saatnya kita lebih meningkatkan bekal untuk akhirat,” ungkapnya.
Djasmari mengajak keluarga besar PWRI terus meningkatkan iman dan takwa melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk majelis taklim dan pengajian bagi lanjut usia.
“Yang kita cari di usia sekarang bukan lagi sekadar kesibukan, tetapi ketenangan hati dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Syarifuddin Lumajang, Abdullah Mufid, yang menjadi penceramah, mengulas keterkaitan antara keberkahan, panjang usia, dan kualitas kehidupan seseorang.
Menurut Abdullah, panjang usia akan menjadi nikmat apabila diisi dengan ibadah, kebaikan, dan tindakan yang bermanfaat bagi orang lain.
“Panjang usia merupakan nikmat apabila digunakan untuk beribadah, berbuat baik, dan memberikan manfaat bagi sesama. Namun, usia yang panjang juga dapat menjadi ujian apabila digunakan untuk bermaksiat atau menyusahkan orang lain,” jelasnya.
Ia mengatakan kehidupan yang berkualitas ditandai dengan semakin bertambahnya kebaikan dan hadirnya keridaan Allah SWT. Hal itu antara lain tercermin melalui kesehatan, kehidupan yang sederhana namun cukup, harta yang diperoleh secara halal, serta harapan mengakhiri kehidupan dalam keadaan husnul khatimah.
“Ukuran keberhasilan di usia lanjut bukan lagi tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa banyak kebaikan yang masih bisa kita lakukan dan manfaat yang dapat kita berikan kepada orang lain,” katanya.
Abdullah juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang dipanjangkan umurnya dan semakin baik amalnya.
“Karena itu, yang terpenting bukan sekadar berapa panjang usia kita, tetapi bagaimana usia tersebut diisi dengan amal kebaikan yang memberikan manfaat dan mendatangkan rida Allah SWT,” pungkasnya.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved