Digitalisasi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Kominfo Lumajang/Anbiya
Kominfo Lumajang/Anbiya
Lumajang, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mendorong transformasi digital mampu mempermudah pelayanan publik, membuka peluang ekonomi, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Arah tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam Seminar Nasional bertema “Elektronifikasi Pemerintah Daerah Menuju Smart dan Green City, Smart Community” di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan perkembangan teknologi harus diikuti perubahan cara pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Masyarakat, menurutnya, membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, akuntabel, serta dapat diakses secara lebih fleksibel.
“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dan keniscayaan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Bunda Indah.
Ia menegaskan elektronifikasi pemerintah daerah tidak cukup dimaknai sebagai memindahkan proses manual ke dalam sistem digital. Transformasi tersebut juga harus mendorong perubahan tata kelola dan pola kerja aparatur.
“Digitalisasi harus menghadirkan pemerintahan yang lebih responsif, pelayanan yang lebih mudah, serta kebijakan yang semakin tepat sasaran,” jelasnya.
Karena itu, teknologi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap berbagai pelayanan, mulai dari administrasi, kesehatan, pendidikan, perizinan, pembayaran, hingga informasi publik.
Keberhasilan transformasi digital juga tidak semata-mata diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki pemerintah, tetapi dari sejauh mana teknologi mampu mengurangi kerumitan yang dihadapi masyarakat ketika mengakses pelayanan.
Selain pelayanan publik, digitalisasi diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Lumajang memiliki potensi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, UMKM, hingga pengelolaan sumber daya alam.
Pemanfaatan teknologi dapat membantu pelaku usaha memperoleh informasi pasar, memperluas pemasaran produk, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan ekonomi digital.
Masyarakat dengan demikian tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga didorong mampu memanfaatkannya secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.
Pada saat yang sama, Bunda Indah menekankan pembangunan berbasis teknologi harus berjalan seiring dengan agenda pelestarian lingkungan.
“Pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya harus kita satukan dalam pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Konsep green city dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tidak mengabaikan keberlanjutan sumber daya. Potensi pertanian, pariwisata, maupun sumber daya alam Lumajang diharapkan terus berkembang dengan tetap memperhatikan lingkungan.
Bunda Indah juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, dan masyarakat membangun ekosistem digital yang inklusif serta ekonomi hijau yang berkelanjutan.
“Pada akhirnya, seluruh transformasi tersebut harus bermuara pada satu tujuan, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Iqbal Reza Nugraha, mengapresiasi sinergi yang telah dibangun bersama Pemkab Lumajang.
Menurut Iqbal, kota cerdas tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Digitalisasi harus menjadi bagian dari ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.
“Digitalisasi tidak boleh berhenti pada transaksi masyarakat dan UMKM saja. Pemerintah daerah juga perlu menjadi bagian dari ekosistem digital, mulai dari penerimaan pajak dan retribusi daerah yang semakin terdigitalisasi,” ujarnya.
Elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, lanjut Iqbal, dapat membuat pelayanan lebih mudah, cepat, efisien, transparan, dan akuntabel sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bagi masyarakat, digitalisasi dapat menghadirkan transaksi dan pelayanan yang lebih praktis. Sementara bagi pemerintah, sistem elektronik dapat membantu pencatatan transaksi menjadi lebih tertata.
Iqbal juga menilai konsep smart city, green city, dan smart community tidak dapat dibangun secara terpisah.
“Smart city tanpa green city belum cukup. Green city tanpa dukungan ekosistem ekonomi yang kuat juga tidak akan optimal,” katanya.
Ketiga konsep tersebut perlu berjalan dalam satu ekosistem. Teknologi menjadi alat untuk memperbaiki pelayanan dan mendorong aktivitas ekonomi, masyarakat berperan sebagai pengguna sekaligus pelaku produktif, sedangkan keberlanjutan lingkungan tetap menjadi bagian dari proses pembangunan.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ad/An-m)