Raja Ampat, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melepas ekspor perdana ikan kerapu hidup ke Hong Kong melalui Pelabuhan Waisai, Kamis (3/9/2026).
Ekspor tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar komoditas perikanan Raja Ampat sekaligus memperkuat kemitraan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Perikanan dengan PT Jaya Samudra Siantan.
Wakil Bupati Raja Ampat Mansyur Syahdan mengatakan, Raja Ampat memiliki potensi sumber daya kelautan yang besar untuk masuk dalam rantai perdagangan ikan kerapu di kawasan Asia-Pasifik dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
“Kabupaten Raja Ampat, dengan kekayaan sumber daya kelautan yang luar biasa, memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari rantai perdagangan tersebut secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujar dia.
Menurut dia, kemitraan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan manfaat langsung bagi nelayan. PT Jaya Samudra Siantan menerapkan sistem penjemputan ikan kerapu langsung dari keramba nelayan di kampung-kampung sehingga nelayan tidak perlu menanggung biaya transportasi.
“Yang tidak kalah penting, kerja sama ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat nelayan kita. Dengan sistem penjemputan langsung ke keramba-keramba nelayan di kampung-kampung, para nelayan tidak lagi terbebani biaya transportasi, sehingga pendapatan yang mereka terima menjadi lebih baik dan lebih adil,” kata dia.
Ikan kerapu hidup yang dihimpun dari nelayan selanjutnya dikirim ke Hong Kong. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap kegiatan tersebut membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta memperkuat kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah.
Mansyur menegaskan, pengembangan perdagangan ikan kerapu harus tetap memperhatikan kelestarian sumber daya laut dan pengelolaan perikanan secara berkelanjutan.
“Langkah ini sejalan dengan visi besar bangsa kita menuju kemandirian pangan dan pertumbuhan ekonomi berbasis kampung, sebagaimana cita-cita Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujar dia.
Ia berharap ekspor perdana tersebut menjadi awal kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya ikan kerapu.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kelestarian sumber daya ikan kerapu, agar generasi mendatang tetap dapat menikmati hasil laut Raja Ampat,” kata dia.
Mansyur juga meminta Dinas Perikanan dan instansi terkait mengawal perdagangan ikan kerapu secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kepada seluruh jajaran Dinas Perikanan dan instansi terkait, saya berpesan agar terus mengawal proses ini dengan baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar dia.
(MC Raja Ampat/Penta Nila Juwita)