Blangkejeren, InfoPublik – Wakil Bupati Gayo Lues Maliki mengingatkan pentingnya pendidikan kebencanaan menjadi bagian dari budaya sekolah untuk membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan peserta didik menghadapi berbagai bencana.
Hal tersebut disampaikan Maliki saat menjadi pemimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-67 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Gayo Lues, Rabu (2/9/2026).
“Pendidikan kebencanaan perlu menjadi bagian dari budaya sekolah, dengan langkah darurat yang jelas untuk melindungi peserta didik,” ujar Maliki.
Menurutnya, pengalaman menghadapi berbagai bencana menunjukkan bahwa sektor pendidikan tidak hanya berperan dalam meningkatkan pengetahuan, tetapi juga perlu membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam menghadapi situasi darurat.
Maliki mengatakan, bencana telah berdampak pada 93 SMK dan 344 SMA. Pemerintah Aceh, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat revitalisasi, rehabilitasi, dan pemulihan sarana pendidikan yang terdampak.
“Kita berharap, seluruh upaya tersebut dapat segera menghadirkan kembali ruang belajar yang aman, nyaman dan layak bagi anak-anak kita,” katanya.
Selain pemulihan sarana pendidikan, Pemerintah Aceh akan terus memperkuat mutu pendidikan, meningkatkan kompetensi guru, memperbaiki sarana dan prasarana, serta memperluas pemerataan layanan pendidikan hingga daerah terpencil.
Pada kesempatan tersebut, Maliki juga menyampaikan apresiasi kepada guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik atas pengabdian serta kerja keras dalam memajukan pendidikan.
“Kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, orang tua dan peserta didik, kami menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan kerja kerasnya. Mari kita bangun pendidikan Aceh dengan kebersamaan, demi melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, percaya diri dan bermanfaat,” tutupnya.