Blangkejeren, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh terus mendorong pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis kompetensi serta kinerja. Penguatan manajemen ASN tersebut salah satunya dilakukan melalui profiling ASN dan penataan kinerja pegawai.
Wakil Bupati Gayo Lues Maliki menyampaikan hal tersebut saat melantik 63 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues, Rabu (7/10/2026).
“Saya ingin memberikan perhatian khusus terhadap profiling ASN atau Pro-ASN yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara atau BKN,” ujar Maliki dalam sambutannya.
Menurut Maliki, profiling ASN merupakan upaya untuk memetakan kompetensi, potensi, karakteristik, dan preferensi karier pegawai. Pemetaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun manajemen ASN yang lebih objektif dan berbasis data.
Ia meminta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues tidak memandang profiling sebagai sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Sebaliknya, proses tersebut dapat menjadi kesempatan bagi setiap pegawai untuk menunjukkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
“Saya ingin menegaskan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bahwa profiling ASN bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Ini menjadi kesempatan bagi setiap ASN untuk menunjukkan kemampuan dan potensi yang dimiliki,” jelasnya.
Selain pemetaan kompetensi, Maliki menyoroti pengelolaan kinerja ASN, khususnya penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).
Menurutnya, SKP tidak semestinya dipandang sekadar sebagai dokumen administratif untuk memenuhi kewajiban kepegawaian. Dokumen tersebut harus menjadi instrumen untuk memastikan setiap ASN memahami target dan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
“SKP bukan sekadar dokumen administrasi untuk memenuhi kewajiban kepegawaian. SKP merupakan instrumen untuk memastikan setiap ASN memahami apa yang harus dikerjakan,” ujarnya.
Maliki mengingatkan masih terdapat ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues yang belum menyusun SKP. Berdasarkan data yang disampaikan, pada 2024 terdapat 110 ASN yang belum menyusun SKP, sedangkan pada 2025 jumlahnya sekitar 135 orang.
Kondisi tersebut, menurut dia, perlu menjadi perhatian bersama agar pengelolaan kinerja ASN dapat berjalan lebih tertib.
Khusus kepada 63 pejabat yang baru dilantik, Maliki meminta mereka menjadi contoh sekaligus penggerak peningkatan disiplin kinerja di lingkungan kerja masing-masing.
“Ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama. Khusus kepada para pejabat yang baru dilantik hari ini, saya minta agar saudara menjadi contoh dan penggerak tertib kinerja di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Melalui pemetaan kompetensi dan penguatan pengelolaan kinerja, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap penataan ASN semakin objektif dan mampu mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.