Sumbar, InfoPublik – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Arry Yuswandi, meminta 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam tim pendamping Program Unggulan Nagari/Desa Creative Hub (NCH) segera memperkuat dukungan terhadap percepatan pelaksanaan program tersebut.
Masing-masing OPD diminta menyusun rencana aksi yang akan dilaksanakan selama enam bulan ke depan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Rencana aksi tersebut ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu.
Arahan tersebut disampaikan Arry saat memimpin rapat koordinasi evaluasi dukungan perangkat daerah terhadap pelaksanaan NCH di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Selasa (11/8/2026).
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumbar, Medi Iswandi, mengatakan, dalam rapat tersebut Sekda menekankan pentingnya optimalisasi peran seluruh OPD yang tergabung dalam tim pendamping. Berdasarkan hasil evaluasi, dukungan perangkat daerah terhadap pelaksanaan NCH selama ini dinilai masih belum optimal.
“Seluruh OPD terkait diminta untuk menyusun rencana aksi yang akan dilakukan untuk menyukseskan program NCH. Tadi Pak Sekda memberikan OPD waktu satu minggu untuk menyusun rencana aksi untuk enam bulan ke depan. Ia minta hasilnya sudah dilaporkan kepadanya Senin pekan depan,” jelas Medi usai rapat.
Menurut Medi, pelaksanaan NCH di sejumlah lokasi percontohan secara umum sudah mulai berjalan. Namun, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar program tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Dari segi infrastruktur sudah tersedia dengan cukup baik. Hanya saja dari aspek digital marketing, standardisasi produk, strategi pemasaran, masa layak konsumsi produk, dan branding itu masih perlu penguatan,” ungkapnya.
Berbagai kebutuhan tersebut akan ditangani secara kolaboratif oleh 21 OPD yang tergabung dalam tim pendamping NCH. Pembagian tugas masing-masing OPD telah disusun dalam Matriks Sinkronisasi, namun rencana aksi dukungan dari setiap perangkat daerah masih perlu diperkuat.
Medi menambahkan, percepatan NCH tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan yang membutuhkan pembiayaan besar. Di tengah efisiensi anggaran, perangkat daerah perlu mengubah paradigma dengan mengoptimalkan sumber daya dan fasilitas yang telah tersedia di daerah.
“Fasilitas Pemerintah Daerah setempat itu bisa dimanfaatkan. Saat memberikan pelatihan kita tidak mesti mendatangkan dan menginapkan peserta. Perubahan paradigma itu saya nilai perlu dilakukan di tengah efisiensi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatra Barat Yozawardi Usama Putera mengatakan NCH merupakan ruang kolaborasi di nagari untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi sekaligus membangun kewirausahaan di nagari.
Menurutnya, kekuatan utama program tersebut terletak pada kolaborasi berbagai pihak sehingga dukungan seluruh OPD sesuai bidang masing-masing menjadi bagian penting dalam percepatan pengembangan NCH.
“Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi dukungan 21 OPD yang tergabung dalam tim pendamping terhadap percepatan perkembangan NCH agar kolaborasinya menjadi lebih optimal,” ungkap Yozawardi.
Ia menambahkan, semakin luasnya sebaran dan potensi desa atau nagari yang akan dikembangkan melalui NCH membutuhkan dukungan aktif seluruh OPD.
Karena itu, masing-masing OPD diharapkan segera mengambil peran sesuai bidangnya sehingga rencana aksi enam bulan ke depan dapat berjalan terarah dan target percepatan Program Nagari/Desa Creative Hub dapat diwujudkan secara bersama-sama. (adp/hm/Diskominfotik Sumbar)