Sumbawa Barat, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat resmi meluncurkan Program Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia (PRIMA) ke Jepang Tahun 2026. Sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membuka peluang kerja luar negeri secara legal.
Program hasil kerja sama Pemkab Sumbawa Barat dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara itu disosialisasikan di Lantai III Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (4/8/2026).
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menegaskan Program PRIMA merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia.
"Sejak awal kami memimpin Kabupaten Sumbawa Barat, kami telah memiliki satu tekad yang kuat, yaitu bagaimana menjadi pelayan masyarakat yang baik. Kami meyakini bahwa sebuah pemerintahan tidak boleh berjalan begitu saja tanpa meninggalkan jejak atau warisan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Menurut Amar, Program PRIMA menjadi bagian dari implementasi Program KSB Maju Luar Biasa, khususnya pada klaster industri melalui penguatan sektor ketenagakerjaan. Pemerintah daerah juga telah merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), baik dari sisi sarana maupun kurikulum, agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.
Ia menegaskan bahwa bekerja di luar negeri tidak lagi sekadar mencari pekerjaan, melainkan kesempatan membangun kompetensi, pengalaman, dan daya saing di tingkat internasional.
"Yang kita dorong adalah lahirnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki kompetensi, keterampilan, disiplin, kemampuan berbahasa, serta siap bersaing secara profesional. Kita ingin anak-anak Kabupaten Sumbawa Barat berangkat ke luar negeri sebagai tenaga kerja yang terampil, profesional, memiliki sertifikasi kompetensi, serta mampu bekerja sesuai standar internasional," tegasnya.
Amar juga memastikan pemerintah daerah hanya membuka akses penempatan tenaga kerja melalui mekanisme resmi dengan mitra yang memiliki legalitas sehingga memberikan perlindungan dan kepastian kerja bagi para peserta.
Pada tahap awal, pemerintah bersama mitra menyiapkan kuota 50 peserta untuk mengikuti pembinaan lanjutan. Namun, Amar berharap jumlah tersebut dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
"Bahkan tadi saya sudah menyampaikan harapan agar kuota tersebut dapat ditambah minimal menjadi 100 peserta. Namun tentu pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. Keberhasilan program pada tahun ini akan menjadi dasar untuk pengembangan program pada tahun-tahun berikutnya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Barat, Slamet Riadi, menjelaskan Program PRIMA bertujuan memberikan informasi mengenai peluang kerja di Jepang sekaligus membangun kesiapan calon pekerja migran melalui pembinaan berkelanjutan, mulai dari pra-penempatan, masa bekerja, hingga purna penempatan.
"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai peluang bekerja di Jepang, sekaligus memperkenalkan Program Peningkatan Resiliensi sebagai program pembinaan calon pekerja migran Indonesia yang dilaksanakan secara berkelanjutan," jelas Slamet Riadi.
Ia menambahkan, dari 179 peserta yang lolos seleksi administrasi, sebanyak 146 orang merupakan laki-laki dan 33 perempuan. Seluruh peserta akan mengikuti pembinaan secara daring selama sekitar satu bulan sebelum memasuki tahapan pelatihan berikutnya. Evaluasi dilakukan berdasarkan kedisiplinan, sikap, komitmen, dan kemampuan peserta.
Perwakilan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, Wiwik Farida, mengatakan Program PRIMA menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja di luar negeri.
"Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah ingin membuka kesempatan emas bagi generasi muda daerah untuk memperoleh pengalaman bekerja di luar negeri, dengan negara tujuan awal adalah Jepang," ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan disiplin dan menjaga nama baik Kabupaten Sumbawa Barat ketika bekerja di Jepang.
"Ketika nanti berada di Jepang, jangan hanya berorientasi pada pekerjaan semata. Jadilah pribadi yang disiplin, terampil, dan mampu mengikuti etos kerja serta peraturan yang berlaku di Jepang," pesannya.
(MC Sumbawa Barat)