Sleman, InfoPublik – Kawasan Embung Mororejo yang biasanya tenang berubah menjadi pusat perhatian ribuan warga pada Minggu (5/7/2026) pagi.
Masyarakat dari Kalurahan Mororejo, Kapanewon/Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, beserta wilayah sekitarnya memadati area destinasi wisata tersebut, untuk menyaksikan Gebyar UMKM Mororejo sekaligus peluncuran resmi Pasar Jadul Mororejo.
Ketua Forkom Mororejo, Suranti, mengatakan tujuan utama penyelenggaraan Gebyar UMKM itu mempromosikan produk lokal secara masif, sekaligus merevitalisasi kuliner tradisional yang kini mulai langka di pasaran.
Berbagai kudapan autentik seperti bubur jagung, gudeg, getuk, baceman, hingga aneka jajanan pasar disajikan secara khusus di stan utama dan klaster tiap padukuhan.
"Pasar Jadul Mororejo ini tidak hanya didesain sebagai tempat transaksi jual beli konvensional, tetapi diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial, destinasi wisata baru, sekaligus benteng pelestarian budaya lokal," ujar Suranti saat memberikan pemaparan program di sela-sela acara.
Suranti menegaskan, Pasar Jadul Mororejo nantinya akan dioperasikan secara berkala pada setiap pasaran Minggu Pon.
Rangkaian acara strategis untuk mendongkrak ekonomi pascapandemi diawali dengan senam bersama, hiburan musik, pembagian hadiah menarik, hingga peragaan busana.
Puncak seremoni ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Panewu/Camat Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, bersama Lurah Mororejo, Jaka Ristanta, sebagai penanda bahwa roda perputaran ekonomi di Pasar Jadul Mororejo telah resmi beroperasi.
Peragaan busana menjadi salah satu daya tarik utama yang paling menyita perhatian pengunjung sepanjang acara.
Panggung di tepi embung tersebut menampilkan lebih dari 25 busana hasil rancangan orisinal dari tiga modiste lokal terkemuka di wilayah Mororejo, yang membuktikan bahwa industri kreatif luar ruang di Sleman utara tidak hanya didominasi oleh sektor kuliner.
Tingginya animo pengunjung membuat kantong-kantong parkir di sekeliling waduk buatan tersebut meluber hingga ke jalan-jalan alternatif di sekitar lokasi. Kondisi padatnya kunjungan ini mendatangkan berkah ekonomi tersendiri bagi warga setempat yang mengelola jasa parkir swadaya dan pengamanan wilayah secara terpadu.
Langkah terjadwal tersebut diyakini mampu menjadi katalisator pertumbuhan pendapatan domestik bruto warga sekaligus memperkuat identitas kebudayaan di Kalurahan Mororejo ke depan. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)