Sleman, InfoPublik - Keberhasilan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Condongcatur dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat kembali menarik perhatian daerah lain. Kali ini, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Surakarta, memilih TPST Condongcatur sebagai destinasi studi tiru untuk mempelajari tata kelola persampahan yang terintegrasi.
Kegiatan bertajuk ‘Sharing Bersama Tata Kelola Pengolahan Sampah Perkotaan’ tersebut dilaksanakan di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kapanewon/Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Rabu )1/7/2026)..
Sejumlah 31 peserta mengikuti kegiatan yang dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan Pasarkliwon, Suparno. Rombongan diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Condongcatur, Budi Arto, didampingi Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, Jagabaya, Rudi Antariksawan, Ulu-Ulu, Murgiyanta, beserta jajaran Pemerintah Kalurahan Condongcatur.
Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Condongcatur, Budi Arto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kalurahan Condongcatur sebagai tujuan pembelajaran pengelolaan sampah
"Atas nama Pemerintah Kalurahan Condongcatur, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian. Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tujuan kunjungan kerja dalam rangka saling belajar, bertukar pengalaman, serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik," ungkap Budi.
Budi berharap, kunjungan itu dapat menjadi wadah berbagi praktik baik, bertukar ide, dan inovasi sehingga setiap daerah dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di bidang pengelolaan lingkungan.
"Melalui kunjungan ini kami berharap dapat saling berbagi praktik baik, bertukar ide dan inovasi, sehingga masing-masing daerah dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di bidang pengelolaan lingkungan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar, mempererat hubungan antardaerah, serta menjadi inspirasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," katanya
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Pasarkliwon, Suparno menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama dalam mencari solusi atas persoalan sampah yang semakin kompleks di kawasan perkotaan
"Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus ngangsu kawruh mengenai pengelolaan persampahan di Condongcatur. Persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius karena volume sampah di tempat pemrosesan akhir terus meningkat,” tuturnya.
“Kami ingin mempelajari sejarah pengembangan TPST, inovasi, teknologi yang digunakan, tantangan yang telah dilalui, hingga strategi keberhasilan dalam pemilahan sampah dari sumber, tata kelola kelembagaan, penyusunan SOP, serta pemberdayaan masyarakat," sambung Suparno.
Pengelola TPST Condongcatur sekaligus Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin dalam paparannya mengatakan bahwa Kalurahan Condongcatur memiliki dua depo sampah, dua TPS 3R, serta 41 Bank Sampah dan Sedekah Sampah yang seluruhnya tergabung dalam Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Condongcatur "Resik". Seluruh kelompok tersebut memperoleh pembinaan dan monitoring rutin sebanyak empat kali setiap tahun guna memperkuat gerakan pengurangan sampah sejak dari rumah tangga.
“Keberhasilan pengelolaan sampah di Condongcatur dimulai dari pemilahan sampah di sumber. Sampah organik berupa sisa makanan dimanfaatkan sebagai pakan unggas dan ikan, sedangkan sisa buah diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) serta eco-enzyme untuk mengurangi bau sampah dan mendukung kegiatan pertanian,” katanya.
Sementara itu, sampah anorganik yang telah dipilah diproses di TPS 3R Padukuhan Pondok menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif berupa serpihan sampah kering yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti batu bara di industri semen, termasuk PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Pemanfaatan RDF merupakan salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular yang didorong pemerintah sebagai solusi pengurangan timbulan sampah sekaligus pemanfaatan kembali sumber daya.
Usai sesi paparan, rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke TPST Condongcatur di Padukuhan Pringwulung untuk melihat secara langsung proses penerimaan, pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan hasil olahan sampah yang telah diterapkan. (Wasana / KIM Depok)