Baznas Riau Targetkan Penghimpunan Zakat Rp70,4 Miliar pada 2026
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp70,4 miliar pada tahun anggaran 2026. Target tersebut naik Rp10 miliar dibandingkan realisasi capaian pada 2025.
Ketua Baznas Provinsi Riau, Masriadi Hasan, optimistis target tersebut dapat tercapai melalui optimalisasi potensi zakat dari berbagai lapisan masyarakat. Sejauh ini, sumber utama penerimaan zakat di Riau masih didominasi kontribusi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
“Target penerimaan tahun ini memang lebih tinggi sekitar Rp10 miliar dari tahun lalu. Selain dari ASN, kami juga terus menggali potensi zakat dari masyarakat umum. Kami memohon doa dan dukungan agar amanah ini bisa terkumpul sesuai target,” ujar Masriadi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Minggu (10/5/2026).
Berdasarkan data hingga awal Mei 2026, Baznas Riau mencatat akumulasi penghimpunan zakat mencapai Rp18.456.107.551. Masriadi mengatakan, realisasi tersebut masih cukup jauh dari target tahunan. Namun, rata-rata penghimpunan rutin bulanan berada di kisaran Rp4,5 miliar dan menunjukkan tren positif menuju akhir tahun.
Sebagai lembaga pengelola zakat yang menjadi mitra pemerintah, Baznas Riau memastikan dana yang terkumpul disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima atau mustahik. Hingga saat ini, total dana yang telah didistribusikan mencapai Rp17,8 miliar.
Alokasi terbesar disalurkan melalui program Riau Peduli sebesar Rp8,4 miliar. Program tersebut difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, seperti sandang, pangan, dan papan bagi masyarakat kurang mampu.
Sektor pendidikan juga menjadi prioritas melalui program Riau Cerdas dengan serapan dana sebesar Rp6,2 miliar. Dana itu digunakan untuk beasiswa, pelunasan tunggakan pendidikan, hingga perbaikan sarana sekolah.
Selain itu, Baznas Riau membiayai operasional tiga Pondok Pesantren Al Hidayah di wilayah pesisir dan terpencil, yakni di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan; Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis; dan Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pada bidang pemberdayaan ekonomi, program Riau Makmur telah menyalurkan Rp1 miliar sebagai modal usaha bagi duafa. Sementara itu, program Riau Sehat menyerap Rp1,2 miliar untuk bantuan biaya pengobatan, sedangkan program Riau Dakwah mengalokasikan Rp1 miliar untuk pembinaan mualaf serta bantuan bagi dai yang bertugas di daerah pedalaman Riau.
Tahun ini, Baznas Riau juga membuka pendaftaran program beasiswa yang menyasar 1.570 mahasiswa asal Riau. Program yang dibuka hingga Juli 2026 tersebut bertujuan memperluas pemerataan akses pendidikan tinggi.
“Kami terus berupaya menjadi bagian dari solusi pemerataan kualitas sumber daya manusia di Riau melalui skema bantuan pendidikan yang terukur,” kata Masriadi.
Program beasiswa tersebut terbagi dalam tiga kategori utama. Pertama, Beasiswa Tuah Riau (BESTARI) untuk 120 mahasiswa semester 2 hingga 8. Skema ini mencakup bantuan uang kuliah tunggal penuh, biaya hidup bulanan, serta program pembinaan karakter.
Jalur penerimaan BESTARI dibagi menjadi 100 kuota afirmasi dan 20 kuota khusus bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Kategori kedua ialah Bantuan Pendidikan Luar Negeri bagi mahasiswa asal Riau yang menempuh studi di kawasan Timur Tengah. Program ini menyediakan 200 kuota bantuan biaya keberangkatan dan 100 kuota bantuan prestasi bagi mahasiswa dengan rekam jejak akademik baik di luar negeri.
Kategori ketiga ialah Bantuan Tugas Akhir dengan kuota 1.150 orang. Rinciannya terdiri atas 1.000 mahasiswa jalur umum jenjang S1, serta bantuan khusus penelitian bertema zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF untuk jenjang S1 sebanyak 100 orang, S2 sebanyak 30 orang, dan S3 sebanyak 20 orang.
Masriadi berharap sekolah dan perguruan tinggi proaktif menyosialisasikan program tersebut agar bantuan dapat menjangkau mahasiswa yang benar-benar membutuhkan secara tepat waktu.
(Mediacenter Riau/mcy)