Bupati Sangggau Buka Rakerda LP3KD, Tekankan Seni sebagai Sarana Penguatan Iman Umat Katolik
Sanggau, InfoPublik – Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sanggau Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Hotel Harvey, Selasa (23/9/2025).
Kegiatan itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar lembaga Katolik di tingkat kecamatan sekaligus merancang langkah konkret dalam mempersiapkan Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) tingkat kabupaten yang akan digelar di Kecamatan Parindu pada Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Sanggau Yohanes Ontot menegaskan bahwa Rakerda LP3KD Sanggau 2025 bukan hanya tentang persiapan teknis lomba, tetapi juga sebagai wahana untuk meningkatkan kualitas pembinaan umat Katolik secara keseluruhan.
Ontot meyakini bahwa kegiatan Pesparani memiliki peran ganda yang signifikan, yakni sebagai media untuk mengasah kemampuan seni sekaligus memperdalam iman Katolik.
“Harapan saya kegiatan Perparani ini nanti dapat mengasah kemampuan seni dengan berbagai kreasi sehingga menjadi seorang Katolik yang juga Pancasilais sejati,” ujarnya.
Ia menambahkan, kunci keberhasilan Perparani terletak pada sinergisitas yang kuat di seluruh jenjang kelembagaan, mulai dari tingkat pusat hingga stasi-stasi di daerah.
“Tugas kita mensinergikannya saja sampai ke tingkat bawah, hingga menjadi sebuah kekuatan menyatukan lembaga-lembaga yang ada,” tutur Ontot, menekankan pentingnya sinergi lembaga Katolik.
Sebagai Ketua Panitia Rakerda LP3KD Sanggau 2025, Wakil Bupati Susana Herpena dalam sambutannya menyatakan bahwa rapat kerja ini merupakan tonggak awal dari sebuah perjalanan panjang yang penuh makna.
Herpena menegaskan bahwa rakerda ini adalah wadah strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan merancang program kerja yang solid guna mempersiapkan kontingen terbaik menuju Perparani 2026.
“Melalui Rakerda ini, kita akan membahas berbagai hal penting, mulai dari persiapan teknis, pemilihan materi lagu, hingga pembinaan mental bagi para peserta,” ujarnya.
Herpena juga menggarisbawahi esensi spiritual dari seluruh proses ini. Ia menekankan bahwa Lomba Paduan Suara Gerejani bukan sekadar kompetisi, tetapi merupakan sarana untuk memuliakan nama Tuhan melalui puji-pujian.
“Setiap nada yang kita lantunkan, setiap harmoni yang kita ciptakan, adalah wujud iman dan penghormatan kita kepada-Nya,” tuturnya.
Dengan semangat ini, ia mengajak seluruh panitia dan peserta untuk menjadikan rakerda sebagai momentum mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kualitas musikalitas, dan yang terpenting, memperkuat spiritualitas umat.
Melalui kerja keras, disiplin berlatih, dan doa, keberhasilan Perparani tidak hanya akan mengharumkan nama daerah tetapi juga menjadi buah nyata dari pembangunan spiritualitas umat yang berkelanjutan. (Penulis: Alfian/ Editor: E.A.Lusy/Untung S)
© Copyright 2026, All Rights Reserved