Kamis, 3 April 2025 11:43:29

Momentum Nyepi 2025, Bupati Buleleng Ajak Masyarakat Jaga Solidaritas dan Toleransi

: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra (kiri) dan Wakil Bupati Gede Supriatna saat melakukan persembahyangan bersama dalam rangka Tawur Kesanga Balik Sumpah jelang Hari Suci Nyepi di Areal Catus Pata Buleleng, Jumat (28/3/2025).


Oleh MC KAB BULELENG, Selasa, 1 April 2025 | 07:30 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 111


Buleleng, InfoPublik — Momentum Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan rasa solidaritas dan toleransi antarumat beragama.

Seruan ini disampaikan seusai menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Tawur Kesanga Balik Sumpah di Areal Catus Pata, Kabupaten Buleleng pada Jumat (28/3/2025).

Dalam keterangannya, Sutjidra menjelaskan bahwa pelaksanaan Hari Suci Nyepi tahun ini berdekatan waktunya dengan Hari Raya Idulfitri. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk saling menghormati dan menjaga harmoni, agar Catur Brata Penyepian dan pelaksanaan Salat Id dapat berlangsung secara aman dan damai.

“Ini menjadi imbauan kami sebagai kepala daerah. Kami ingin memastikan seluruh rangkaian ibadah masing-masing umat dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Seusai pelaksanaan Tawur Kesanga, pada sore harinya akan digelar Pengerupukan Festival, yang dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh dan pertunjukan seni oleh para pemuda. Festival ini merupakan inisiatif dari Desa Adat Buleleng dan menjadi kegiatan perdana dalam bentuknya saat ini.

Bupati Sutjidra menyambut baik festival tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian adat, seni, dan budaya yang dilakukan oleh masyarakat.

“Pelestarian budaya, seni, dan adat akan menjadi prioritas pembangunan kami dalam lima tahun ke depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana lomba ogoh-ogoh dan fragmen budaya, yang akan dikembangkan lebih luas hingga tingkat kabupaten. Kegiatan ini dirancang untuk melibatkan lebih banyak pemuda dalam upaya pelestarian budaya.

“Ke depan, lomba ini tidak hanya di tingkat desa adat, tetapi akan kami gelar secara kabupaten. Semua pemuda bisa ikut berpartisipasi,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Tawur Kesanga adalah upacara keagamaan yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Suci Nyepi oleh umat Hindu. Upacara ini memiliki makna spiritual sebagai bentuk penyucian dan pemulihan keseimbangan alam semesta sebelum pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

(MC Kab. Buleleng/dra)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB BULELENG
  • Minggu, 30 Maret 2025 | 15:36 WIB
Nyepi dan Idulfitri Berdekatan, Kemenag Buleleng Ajak Warga Perkuat Toleransi
  • Oleh MC KAB BULELENG
  • Minggu, 30 Maret 2025 | 15:32 WIB
Waspada Judol dan Pinjol! Dinas Kominfosanti Buleleng Edukasi Masyarakat