Bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin Kader Terbaik NU NTB

:


Oleh MC KAB SUMBAWA BARAT, Selasa, 5 Desember 2023 | 07:07 WIB - Redaktur: Kusnadi - 90


Sumbawa Barat, InfoPublik — Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. W. Musyafirin disebut-disebut sebagai kader terbaik Nahdatul Ulama (NU) NTB. Hal tersebut dikatakan langsung Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, M. Saleh Ending saat membuka Pendidikan Dasar dan Pendidikan Kader Penggerak NU (PD-PKPNU) di Taliwang, Senin (4/11/2023).

Ia menegaskan, sosok Bupati KSB yang juga Ketua Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin bukan hanya pemimpin KSB tapi sudah menjadi tokoh NTB.

‘’Bupati KSB ini bukan hanya milik KSB tapi sudah menjadi milik masyarakat NTB,’’ katanya.

Ia mengakui, H. W. Musyafirin menjadi satu-satunya Bupati yang selalu hadir dimanapun kegiatan NU dilaksanakan.

‘’Belum ada bupati seperti bupati KSB ini yang rajin mengunjungi kantor NU NTB, baru bupati KSB,’’ paparnya.

Pelatihan dasar dan pelatihan kader NU yang dilaksanakan PCNU Sumbawa Barat ini merupakan yang pertama digelar di Pulau Sumbawa. Ia menegaskan, pelatihan seperti ini menjadi sangat penting.

‘’Pelatihan seperti ini merupakan bentuk persiapan regenerasi ke depan, persiapan untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang,’’ katanya lagi.

Regenerasi lanjutnya bukan hanya sebagai pengurus NU, tapi juga termasuk menjadi pemimpin seperti Bupati dan lain sebagainya.

‘’Regenerasi itu penting, bahkan ada yang sudah menjadi Bupati. Ini menunjukkan kalau kader NU itu adalah kader-kader terbaik,’’ urainya.

Ia juga mengapresiasi berbagai langkah yang sudah dilakukan NU Sumbawa Barat. Termasuk aksi bela Palestina yang pernah dilaksanakan di KSB.

‘’KSB ini luar biasa, aksi bela Palestina yang dipimpin langsung Ketua PCNU-nya bisa mengumpulkan donasi mencapai Rp1 miliar lebih. Ini luar biasa. Mudah-mudahan apa yang dilakukan KSB bisa dicontoh daerah lain,’’ harapnya.

Apa yang ditunjukkan Bupati KSB sekaligus Ketua PCNU ini merupakan bentuk kontribusi sekaligus merespons peristiwa kebangsaan. Sikap kebangsaan di tubuh NU harus demikian. Terutama yang saat ini sedang dialami oleh rakyat Palestina.

‘’Bukan hanya mengutuk apa yang terjadi di Palestina, tapi KSB sudah bisa berkontribusi langsung membantu rakyat Palestina,’’ paparnya.

Di sisi lain, ia pun meminta meminta semua pengurus NU baik yang ada ditingkat wilayah, kabupaten hingga tingkat paling bawah sekalipun untuk terus bahu membahu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‘’Keutuhan NKRI harus kita jaga. Kita memang beda etnis, agama dan latar belakang tapi kita harus tetap memiliki rasa kemusian untuk menjaga keutuhan NKRI,’’ pintanya.

Untuk menjaga keutuhan NKRI diakuinya diperlukan adanya rasa persaudaraan yang tinggi dan rasa saling menghargai.

‘’Kita harus merajut kebersamaan dengan organisasi lain, baik itu dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Wathan (NW), Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) maupun organisasi lain,’’ tambahnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sumbawa Barat yang juga Bupati KSB, H. W. Musyafirin mengatakan, pelatihan dasar dan pelatihan kader ini merupakan kegiatan pertama yang pernah dilaksanakan di NTB. Bupati berharap, dari kegiatan ini ada perubahan yang bisa terjadi.

‘’Terutama perubahan prilaku yang lebih baik, sehingga mengantarkan NU menjadi organisasi yang lebih besar dan memberikan manfaat,’’ harapnya.

PD-PKPNU adalah sistem dan mekanisme kaderisasi untuk membentuk kader penggerak NU di lingkungan organisasi. Pelatihan ini lahir dan tumbuh dengan latar kebutuhan yang mendesak, akan kesadaran berjamaah dalam barisan atau shaf yang rapi.

‘’Kaderisasi ini dilakukan secara formal dan non formal secara berkelanjutan dan berjenjang. Kita harap kegiatan ini akan membangun jalan pikiran dan melahirkan kader terbaik dalam muwujudkan KSB Baldatun Toyyibatun Warobbhun Ghafur,’’ tutupnya. (MC Sumbawa Barat)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB BUTON UTARA
  • Kamis, 4 April 2024 | 16:25 WIB
Pemkab Buton Utara Santuni 254 Anak Yatim Piatu