DP3AKB Raja Ampat Sosialisasikan Mace Sigap di Distrik Teluk Mayalibit
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Raja Ampat sosialisasi Mace Sigap di Teluk Mayalibit, Senin, (4/9/2023) (Foto: Petrus Rabu/MC.Raja Ampat)
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Raja Ampat sosialisasi Mace Sigap di Teluk Mayalibit, Senin, (4/9/2023) (Foto: Petrus Rabu/MC.Raja Ampat)
Raja Ampat, InfoPublik- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Raja Ampat mensosialisasikan proyek perubahan Mace Sigap di Kampung Warsamdin-Ibukota Distrik Teluk Mayalibit, Senin, (4/9/2023).
Sosialisasi tersebut sebagai kegiatan lanjutan setelah sebelumnya di launching Wakil Bupati Raja Ampat di Distrik Kota Waisai-Kabupaten Raja Ampat.
Hadir pada sosialisasai tersebut antara lain Kepala Dinas Kesehatan Raja Ampat, Rahman Putra, SKM, Kepala DP3AKB Raja Ampat, Ati Rumadaul, AM.Kes,S.Kep, Kepala Distrik Teluk Mayalibit, Hizkia Daam,SE, Kepala Kampung, Kepala Bamuskam, tokoh masyarakat dan puluhan warga Teluk Mayalibit.
Rahman Putra mewakili Pemda Raja Ampat membuka kegiatan tersebut. Dirinya menjelaskan masalah Stunting menjadi tanggungjawab bersama seluruh elemen masyarakat Raja Ampat. Rahman berharap melalui sosialisasi dan proyek perubahan Mace Sigap dapat menekan prevelensi Stunting di Raja Ampat.
Diakuinya, Mace Sigap merupakan inovasi pemerintah Raja Ampat melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB untuk menekan prevelensi Stunting di Raja Ampat, dengan sasaran jangka pendek yakni Distrik Kota Waisai dan Distrik Teluk Mayalibit yang merupakan dua dari beberapa lokus stunting di Raja Ampat.
Rahman, sapaan Rahman Putra mengakui menekan prevelensi Stunting tidak saja menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat setempat , khususnya ibu-ibu dengan memberi asupan makan bergizi bagi anak-anak.
“Mace sigap merupakan inovasi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan yang bermuarah pemberian makanan sehat. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi sehingga stunting kita di Raja Ampat bisa turun. Jika tidak ada dukungan masyarakat dengan pak distrik dan jajarannya maka masalah stunting di Raja Ampat agak sulit kita atasi,” ujar Rahman.
Searah dengan inovasi Mace Sigap, Rahman berharap ibu-ibu di Raja Ampat memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai makanan tambahan bergizi bagi anak-anak terpapar stunting dan gizi buruk. Rahman mengakui, Raja Ampat tidak saja kaya dengan potensi wisata tetapi juga memiliki ragam potensi pangan lokal baik hasil perkebunan maupun hasil laut. Karena itu potensi tersebut perlu dioptimalkan guna mengatasi masalah stunting.
“Kabupaten itu kaya dengan pangan lokal. Kita usahakan pangan lokal yang ini dikembangkan dan menjadi makanan tambahan untuk menekan stunting di Raja Ampat,” ujar Rahman.
Setelah dibuka sosialisasi tersebut dilanjutkan pemaparan materi dan pemberian makanan tambahan bergizi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Raja Ampat, Ati Rumadaul, AMK, S.Kep.
Ati sapaan Ati Rumadaul menjelaskan Mace Sigap merupakan inovasi yang dibuatnya dalam mengikuti Diklat Kepimpinan Tingkat II kerja sama Pemda Raja Ampat dengan LAN RI-Makasar.
Dikatakannya, perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan keluarga tidak saja peningkatan ekonomi rumah tangga, tetapi juga dalam mendidik dan membesarkan anak-anak. Itulah yang mendorongnya untuk mengangkat inovasi Mace Sigap mengatasi masalah stunting di Raja Ampat. Disisi lain terangnya, Raja Ampat juga dikategorikan sebagai daerah yang memiliki angka stunting tertinggi di Papua Barat maupun Papua Barat Daya. Karena itu diperlukan kerja sama semua pihak dalam mengatasi stunting, perempuan di Raja Ampat,
“Perempuan itu tangguh. Berperan dalam peningkatan ekonomi keluarga tetapi juga membesarkan anak-anak. Karena untuk masalah stunting diperlukan dukungan ibu-ibu dengan memberikan makanan bergizi bagi anak-anak, dengan mengoptimalkan bahan pangan lokal,” kata Ati.
Untuk mengatasi masalah stunting, Ati Rumadaul meminta dukungan pemerintah distrik, kampung dan masyarakat Raja Ampat, memanfaatkan potensi bahan pangan lokal sebagai makanan tambahan bergizi.
Sosialisasi tersebut diwarnai pemberian makanan tambahan kepada anak-anak dan ibu-ibu hal. Juga penandatangan komitemen bersama aparat distrik dan tokoh masyarakat untuk menekan prevelensi stunting di Teluk Mayalibit. (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)