Tingkat Kunjungan Wisatawan Berdampak Pada Ekonomi Raja Ampat
Wisatawan lokal menikmati keindahan alam Pulau Meoskun, Raja Ampat, Papua Barat Daya (Foto: Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)
Wisatawan lokal menikmati keindahan alam Pulau Meoskun, Raja Ampat, Papua Barat Daya (Foto: Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)
Raja Ampat, InfoPublik- Pandemi Covid-19 mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Raja Ampat. Hal tersebut berdampak menurunnya tingkat kunjungan wisatawan dan membawa dampak serius bagi perekonomian masyarakat.
Dosen Program D-III Ecowisata Kampus Unipa Raja Ampat, Jesihando R. Tulung, S.S., M.Par, sejak tahun 2020, pemerintah Indonesia telah menetapkan status Pandemi Covid-19, dan status tersebut baru dicabut 22 Juni 2023, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang penetapan berakhirnya status pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19) di Indonesia.
“Status Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Raja Ampat, hal ini berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat, kata Jesihando R. Tulung, S.S., M.Par di Kota Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Sabtu, ( 26/8/2023).
Diterangkannya, pencabutan status Pandemi menjadi Endemi membawa dampak positif terhadap jumlah arus kunjungan wisatawan ke Indonesia, maupun wisatawan nusantara dalam negeri. Selama berstatus Pandemi, hal ini berdampak negative terhadap kunjungan wisatawan ke Raja Ampat.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Raja Ampat, pada tahun 2020 hanya hanya 4.214 wisatawan berkunjung, tahun 2021 sebanyak , 4.339 wisatawan , dan tahun 2022 mengalami kenaikan sebanyak 5.725 wisatawan .
Namun ketika pemerintah mulai berencana mengubah status Pandemi menjadi Endemi pada Maret 2023, kunjungan wisatawan mulai mengalami peningkatan di Indonesia. Hingga penetapan status pencabutan Pandemi 22 Juni 2023, data dinas pariwisata Raja Ampat menunjukkan trend positif jumlah arus wisatawan ke Raja Ampat meningkat pesat, mencapai 12.048 wisatawan per July 2023.
Menurunnya jumlah wisatawan ke Raja Ampat selama status Pandemi Covid-19 selama 2020 hingga 2022, berdampak negative terhadap perekonomian di Raja Ampat. Hotel, resort, restaurant dan transportasi sepi pengunjung, sector lainnya juga terkena dampak, kota Waisai menjadi sepi, perekonomian masyarakat lesu.
Pasca pencabutan status Pandemi Covid-19 menjadi Endemi atau virus biasa, pemerintah dan masyarakat Raja Ampat diajak untuk segera berbenah diri, menata kembali sarana dan prasarana pariwisata untuk menyambut kunjungan wisatawan yang akan membludak, “ kata Jesihando.
Sementara itu, dalam menyambut era baru sektor pariwista pasca pandemic COVID-19, Dinas Pariwisata Raja Ampat terus melakukan terobosan .
“Kunjungan wisata akhir-akhir ini sudah kembali meningkat sebagaimana sebelum pandemic COVID-19,” ujar Kepala Dinas Pariwisat Raja Ampat, Ellen Risamasu,ST, MT ketika ditemui di ruang kerjanya.
Melihat geliat wisata yang mulai meningkatkan, pihaknya telah melakukan sejumlah program dan langkah strategis, diantaranya adalah peningkatan sumber daya manusia di sektor pariwisata, khususnya peningkatan SDM masyarakat setempat.
“Kami memiliki beberapa program peningkatan SDM masyarakat dan pelaku usaha wisata sehingga masyarakat kita menjadi pelaku utama kegiatan industri pariwisata di Raja Ampat,” tambah Ellen, sapaan Ellen Risamasu.
Adapun kegiatan peningkatan SDM Masyarakat Raja Ampat, khusus yang bergerak di industri wisata adalah pelatihan Bahasa inggris, pelatihan selam dan sertifikasi selam baik level advance maupun master diving.
“Pelatihan dan sertifikasi selam ini dilakukan untuk mempersiapkan SDM Raja Ampat untuk bekerja pada Live on Board (LoB) atau kapal-kapal pesiar,” tambah Ellen.
Tidak saja itu, pihaknya juga telah menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata dan Pemandu Ekowisata, dengan harapan peserta memiliki dan meningkatkan pengetahuannya dalam memberikan pelayanan optimal kepada wisatawan yang berkunjung.
Diakuinya keindahan taman bawah laut Raja Ampat menjadi daya tari wisata tersendiri di Raja Ampat, bahkan pesona bawah lautr Raja Ampat menjadi destinasi wisata diving terbaik saat ini. (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)