Sosialisasi ‘Gebrak’ Stunting di Raja Ampat
Raja Ampat, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Kesehatan melaksanakan pertemuan dan sosialisasi gebrak Stunting di tiga Kampung di Misool Barat-Raja Ampat. Ketiga kampung tersebut antara lain Kampung Lilinta, Kampung Biga dan Kampung Kapatcol.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat, Rahman Putra, SKM saat ditemui di ruang kerja, Kamis, (13/7/2023) menjelaskan Gebrak Stunting merupakan singkat dari Gerakan Bersama Kampung Stop Stunting. Gebrak Stunting, kata dia, merupakan inovasi dari proyek perubahannya yang saat ini sedang mengikut Diklat Kepimpinan Tingkat II kerja sama Pemda Raja Ampat dengan Lembaga Administrasi Negara RI-Makasar.
Rahman menjelaskan inovasi tersebut dilandasi beberapa hal mendasar, diantara upaya penurunan prevelensi Stunting di Raja Ampat belum mencapai hasil yang maksimal. Hal lain menurutnya, gebrak stunting merupakan salah satu langkah strategis untuk mencapai target nasional, dimana prevelensi stunting pada tahun 2024, harus berada pada angka 14%.
“Selama ini sudah berbagai langkah yang kita lakukan. Salah satunya aksi konvergensi namun belum maksimal. Untuk itu perlu langkah-langkah baru lagi untuk lebih mempercepat prevelensi stunting di Raja Ampat,” ujar Rahman, sapaan Rahman Putra.
Sementara itu, secara data, pada tahun 2022 prevelensi stunting Raja Ampat berada pada angka 26%. Dan sesuai peraturan bupati, Rahman mengakui ada 11 lokus atau kampung stunting di Raja Ampat, dan di Misool hal tersebut cukup signifikan.
Karena itu Rahman berharap tiga kampung di Misool Barat yakni Biga, Lilinta dan Kapatcol menjadi role model dalam menekan prevelensi stunting di kabupaten bahari tersebut.
“Saya berharap untuk jangka pendek saya adalah tiga kampung yang di Misool ini menjadi role model penangan stunting di Raja Ampat,” ujarnya.
Diakuinya, untuk menekan prevelensi stunting maka dibutuh kerja sama semua stakeholder, salah satunya adalah melibatkan pemerintah dan distrik . Rahman menambahkan kalau pihaknya sudah membangun kerja sama dengan dengan aparat distrik dan kampung untuk mempercepat dan menekan laju prevelensi stunting sehingga kerja sama ini akan menjadi role model bagi lokus lain di Raja Ampat dalam penanganan stunting.
“Kemarin saat kami turun, kami dan kepala distrik dengan kepala kampung beserta aparat desa itu, juga pendamping berkomitmen mengalokasi anggaran untuk penurunan stunting,” tambahnya.
Pada sosialisasi yang berlangsung di Misool Barat tersebut pihaknya juga bersama para tokoh terkait membuat komitmen bersama untuk menekan prevelensi stunting. Rahman berharap kedepannya permasalahan stunting di Raja Ampat teratasi dengan adanya ketelibatan semua pihak termasuk aparat kampung dan distrik. (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)
© Copyright 2026, All Rights Reserved