Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petani Untuk Sagu Berkualitas
Raja Ampat, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melaksanakan pelatihan Peningkatan Kompetensi Petani Untuk Sagu Berkualitas yang berlangsung di Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Selasa, (4/7/2023) sampai, Kamis (6/7/2023).
Pelatihan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Raja Ampat tersebut menghadirkan delapan kelompok tani dari empat distrik di Raja Ampat, antara lain; dua Kelompok Tani Distrik Salawati Tengah, dua Kelompok Tani Distrik Tiplol Mayalibit, dua Kelompok Tani Distrik Waigeo Selatan dan dua Kelompok Tani dari Distrik Teluk Mayalibit.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Raja Ampat, Drh. Walujo Bhirawa Hargo menjelaskan Peningkatan Kompetensi Petani Untuk Sagu Berkualitasi merupakan proyek perubahan dirinya yang saat ini mengikuti Diklat Kepimpinan Tingkat II kerja sama Pemda Raja Ampat dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Makasar, dengan tujuan meningkatkann kompetensi kelompok tani untuk menghasilkan sagu berkualitas melalui pelatihan-pelatihan.
“Pelatihan ini bertujuan meningkat kompetensi petani untuk mengola sagu yang berkualitas seperti mengolah menjadi kue kering atau pengolahan yang lebih modern,” ujarnya.
Waluyo, sapaan Waluyo Bhirawa Hargo menjelaskan selain peningkatan kompetensi, pelatihan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan penghasilan petani dengan memanfaatkan potensi sagu yang ada di kampungnya masing-masing. Karena itu dirinya berharap dengan adanya pelatihan tersebut, peserta dapat mengolah sagu menjadi kue kering untuk dipasarkan ke took-toko modern.
Melihat potensi sagu yang sangat potensial di Raja Ampat, kedepannya kata dia, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan terus melakukan pendampingan sehingga ada peningkatan baik dari kuantitas maupun kualitas terkait pengelolaan sagu berkualitas di Raja Ampat.
Terkait peltihan tersebut, Rofiqoh Rumatoras, peserta pelatihan dari Distrik Salawati Tengah memberi apreasiasi dengan dilaksanakannya pelatihan tersebut. Menurutnya pelatihan tersebut sangat bermanfaat dalam hal peningkatan pengelolaan sagu, yang sebelumnya tradisional menjadi pengelolaan yang modern.
Hal serupa juga disampaikan Yulence Low, salah peserta pelatihan dari Kabilol, Distrik Tiplol Mayalibit. Yulence Low mengakui dengan adanya pelatihan tersebut maka pengelolaan sagu selama ini hanya sebatas sagu iris, sagu tumang atau pengelolaan menjadi papeda atau makanan kas Papua, kini bisa diolah menjadi kue kering untuk dipasarkan ke toko-toko modern. (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)
© Copyright 2026, All Rights Reserved