Jakarta, InfoPublik – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak generasi muda memanfaatkan kreativitas di media sosial untuk memperkuat literasi digital dan menangkal penyebaran paham ekstremisme melalui Lomba Video Kreasi TikTok bertema “Generasi Muda Cerdas Digital, Siap Jaga Indonesia!”.
Kompetisi yang diselenggarakan melalui Pusat Media Damai (PMD) BNPT ini menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan publik terhadap paparan ideologi radikal di ruang siber, sekaligus mendorong penyebaran narasi positif di kalangan masyarakat.
"Ruang digital harus diisi dengan narasi positif dan literasi yang kuat agar masyarakat, khususnya generasi muda, terhindar dari paparan paham ekstremis," kata Kepala Pusat Media Damai BNPT dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Periode pengumpulan karya berlangsung mulai 1 November hingga 4 Desember 2026. Adapun pengumuman pemenang dijadwalkan pada 10 Desember 2026.
Peserta dapat memilih satu dari lima tema yang telah disiapkan. Pertama, mewujudkan ekosistem gim daring dan platform digital yang bebas dari paham ekstremis. Kedua, digital parenting, yakni peran keluarga dalam melindungi generasi muda dari paparan ideologi radikal di dunia maya.
Ketiga, “Saring Sebelum Sharing” yang mengajak masyarakat meningkatkan kecerdasan literasi digital untuk menangkal hoaks dan provokasi. Keempat, menciptakan ruang siber yang aman dan bebas dari perundungan digital bagi generasi muda. Kelima, membangun budaya toleransi dan narasi perdamaian untuk menjaga persatuan bangsa di dunia maya.
Untuk menarik partisipasi generasi muda, BNPT menyediakan total hadiah tunai sebesar Rp20 juta bagi tiga pemenang utama. Juara pertama akan memperoleh Rp10 juta, juara kedua Rp6 juta, dan juara ketiga Rp4 juta.
Selain hadiah utama, 10 video terbaik lainnya akan mendapatkan apresiasi berupa saldo e-wallet masing-masing sebesar Rp500 ribu. Seluruh peserta dan pemenang lomba juga akan memperoleh e-sertifikat resmi dari penyelenggara.
Melalui kompetisi ini, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga berperan aktif menghasilkan konten edukatif, menyebarkan pesan toleransi dan perdamaian, serta membangun ruang digital yang sehat dan bebas dari pengaruh paham ekstremis.