Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, SMK, MA, MAK, dan sederajat tahun 2026 dengan memperkuat kesiapan data peserta, infrastruktur jaringan, instrumen asesmen, serta petugas di setiap titik layanan.
Hingga 23 Oktober 2026, jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai 3.864.195 orang atau 91,72 persen dari total 4.213.114 calon peserta. Besarnya jumlah peserta menjadi perhatian utama pemerintah untuk memastikan pelaksanaan asesmen berlangsung tertib, adil, dan didukung sistem yang mampu menampung kebutuhan secara bersamaan.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyampaikan data tersebut dalam Taklimat Media Persiapan Pelaksanaan TKA SMA/SMK/MA/MAK dan sederajat tahun 2026 di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Berdasarkan jenjang pendidikan, pendaftaran peserta SMA mencapai 95,68 persen atau 1.689.586 orang. Pada jenjang SMK, pendaftaran mencapai 93,1 persen atau 1.486.302 peserta. Sementara itu, pendaftaran pada jenjang MAK tercatat 99,36 persen. “Kami mengapresiasi setinggi-tingginya perhatian para murid, orang tua, dan sekolah terhadap Tes Kemampuan Akademik ini,” ujar Toni.
Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang besar, pelaksanaan TKA dibagi ke dalam beberapa gelombang dan sesi. Pengaturan tersebut mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana sekolah, kapasitas sistem, serta kelancaran layanan asesmen.
Kemendikdasmen menyiapkan sistem daring yang mampu melayani hingga 900.000 peserta secara bersamaan. Pada gelombang pertama sesi pertama, jumlah peserta dari seluruh moda pelaksanaan tercatat mencapai 824.026 orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 710.000 peserta mengikuti asesmen melalui moda daring. Menurut Toni, jumlah peserta daring pada sesi dengan partisipasi terbesar itu masih berada di bawah kapasitas sistem yang telah disiapkan.
Kesiapan kapasitas menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kelancaran pelaksanaan TKA, terutama ketika banyak peserta mengakses sistem dalam waktu bersamaan. Selain dukungan teknologi, pengaturan jadwal dan kesiapan sekolah juga diperlukan agar pelaksanaan asesmen berjalan sesuai rencana.
Selain menyiapkan infrastruktur, Kemendikdasmen berkoordinasi dengan sekolah, dinas pendidikan, dan kantor wilayah Kementerian Agama. Koordinasi tersebut mencakup verifikasi data peserta, penerbitan daftar dan nomor peserta, serta pengaturan jadwal pelaksanaan.
Kemendikdasmen juga telah menggelar gladi bersih TKA pada 5–18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan kesiapan pelaksana dan sarana pendukung sebelum asesmen berlangsung.
Dalam pemaparannya, Toni menyebut moda daring mencakup 3.015.860 peserta dengan tingkat partisipasi sekitar 90,9 persen. Sementara itu, moda semi-daring mencatat 498.897 peserta dengan tingkat partisipasi sekitar 91,79 persen.
Dengan jumlah pendaftar yang telah melampaui 3,8 juta orang, kesiapan teknis dan koordinasi lintas satuan pendidikan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan TKA 2026. Pemerintah perlu memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan mengikuti asesmen melalui layanan yang andal, tertib, dan dapat dipercaya.