Jakarta, InfoPublik – Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, ikut membuka peluang peningkatan penjualan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tingginya antusiasme suporter menjelang laga Indonesia versus Malaysia membuat pedagang menyiapkan stok lebih banyak untuk mengantisipasi lonjakan pembeli.
Ken, 35 tahun, pedagang Japanese Rice Bowl yang membuka lapak di area kegiatan, mengaku optimistis penjualan pada laga Indonesia kontra Malaysia, Senin (28/9/2026), meningkat dibandingkan hari sebelumnya.
Ia mulai berdagang sejak 25 September 2026 setelah mendapat informasi mengenai kegiatan tersebut dari jejaringnya sebagai pedagang bazar di kawasan Blok M, Jakarta. “Saya memang bergerak di bidang bazar. Kebetulan ada event di Blok M, kemudian bertemu salah satu pengurus marketing di sini dan diajak ikut event PCC,” ujar Ken, saat ditemui tim InfoPublik, Senin (28/9/2026).
Ken mengatakan karakter penjualan dalam kegiatan olahraga berbeda dengan festival atau acara hiburan. Jumlah pembeli sangat dipengaruhi pertandingan yang berlangsung, termasuk siapa tim yang bertanding.
Pada hari pertama, 25 September, penjualan menurutnya masih relatif lambat. Namun, laga Indonesia versus Malaysia dinilai memiliki daya tarik lebih besar karena mempertemukan dua tim dengan basis suporter yang kuat. “Kalau event bola seperti ini tergantung lawannya, Timnas lawan siapa. Kalau Indonesia sama Malaysia, orang pasti ingin menonton dan jumlahnya tinggi,” katanya.
Karena itu, Ken memperkirakan penjualannya pada laga Indonesia–Malaysia dapat meningkat sekitar 50 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Ia menjual sejumlah makanan dan minuman, antara lain rice ball, mix platter, tahiti, lemon tea, dan strawberry tea. Jika Indonesia melaju ke final, Ken juga mempertimbangkan untuk kembali berjualan di lokasi.
Dampak terhadap pedagang juga dirasakan Asep, 38 tahun, penjual siomay. Ia menyebut penjualan pada hari pertandingan mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan tanggal 25 September. Untuk mengantisipasi permintaan, Asep bahkan menambah persediaan dagangan. “Efeknya sudah terasa, padahal baru sore ini. Hari ini penjualan lebih bagus, bahkan kami sudah siapkan stok lebih banyak dari biasanya,” ujar Asep.
Menurutnya, kegiatan berskala nasional yang menghadirkan banyak masyarakat dapat memberikan ruang lebih besar bagi UMKM untuk meningkatkan transaksi. “Kalau ada kegiatan pemerintah, dampaknya selalu besar bagi UMKM. Daya beli masyarakat meningkat dibandingkan hari biasa,” katanya.
Kehadiran pedagang di sekitar arena pertandingan menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga tidak hanya menciptakan pengalaman bagi penonton, tetapi juga menghadirkan aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha di sekitarnya.
Dengan ribuan suporter yang datang untuk menyaksikan Indonesia versus Malaysia, kawasan pertandingan menjadi ruang bertemunya aktivitas olahraga, kuliner, dan usaha masyarakat. Bagi pedagang seperti Ken dan Asep, tingginya mobilitas penonton menjadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan selama gelaran berlangsung.