Serumen Impaksi Masuk Lima Besar Temuan dalam CKG Sekolah
Ilustrasi pemeriksaan telinga pada anak sekolah. (AI generated)
Ilustrasi pemeriksaan telinga pada anak sekolah. (AI generated)
Jakarta, InfoPublik — Serumen impaksi atau penumpukan kotoran telinga yang mengeras menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah dan remaja melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah.
PIC Program Penanggulangan Gangguan Indra Direktorat Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan, Resti Dwi Hasriani, mengatakan serumen impaksi masuk dalam lima besar temuan masalah kesehatan pada anak usia 7–17 tahun.
Berdasarkan data hasil CKG Sekolah Kemenkes per Juni 2026, terhadap sekitar 5 juta anak yang diperiksa pada indikator telinga, serumen impaksi ditemukan pada 465.207 siswa atau sekitar 8,5 persen. Temuan tersebut menempatkan serumen impaksi di posisi keempat dari lima masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada kelompok usia tersebut.
"Lima temuan kesehatan terbanyak secara berurutan ialah karies gigi, anemia, peningkatan tekanan darah, serumen impaksi, serta gizi lebih dan obesitas," katanya dalam webinar penguatan layanan skrining pendengaran di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Kamis (24/9/2026).
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan telinga dalam deteksi dini gangguan pendengaran pada anak. Skrining tidak hanya berfungsi menemukan gangguan, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memastikan anak memperoleh penanganan sesuai dengan kondisinya.
Selain melalui CKG Sekolah, Kementerian Kesehatan melakukan skrining pendengaran terhadap penduduk berusia 7 tahun ke atas. Berdasarkan data yang dipaparkan Resti, pemeriksaan ketajaman pendengaran telah dilakukan terhadap 33.974.275 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 290.355 orang atau 0,85 persen terdeteksi mengalami gangguan pendengaran.
Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi telinga. Dari 33.968.423 orang yang diperiksa, sebanyak 243.019 orang atau 0,72 persen diketahui mengalami infeksi telinga. Sementara itu, pemeriksaan serumen impaksi telah dilakukan terhadap 33.970.487 orang. Hasilnya, sebanyak 732.711 orang atau 2,16 persen ditemukan mengalami serumen impaksi.
Menurut Resti, temuan tersebut menunjukkan pemeriksaan kesehatan telinga perlu diikuti dengan tindak lanjut. Proses skrining tidak berhenti pada penemuan kasus, tetapi dilanjutkan dengan tata laksana dan pemantauan.
Resti mengatakan skrining pendengaran bertujuan mendeteksi gangguan, mengidentifikasi masalah kesehatan telinga, menentukan tindakan lanjutan, serta memastikan intervensi yang tepat bagi masyarakat yang diperiksa.
Pada anak usia sekolah dan remaja, skrining dilakukan melalui CKG di sekolah. Pemeriksaan mencakup telinga luar untuk melihat kemungkinan infeksi atau sumbatan serumen, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan ketajaman pendengaran.
"Jika ditemukan infeksi telinga atau serumen, anak diarahkan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mendapatkan pemeriksaan dan tata laksana. Apabila kondisi tidak dapat ditangani di puskesmas karena keterbatasan alat, kompetensi, atau terdapat komplikasi, pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut," jelasnya.
Untuk anak yang hasil pemeriksaannya menunjukkan kecurigaan gangguan pendengaran, pemeriksaan lanjutan di puskesmas dapat mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik, otoskopi, dan pemeriksaan pendengaran. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dirujuk sesuai alur pelayanan.
Kemenkes juga mendorong penguatan upaya kesehatan sekolah sebagai salah satu pintu masuk untuk menemukan kasus gangguan pendengaran sejak dini. Hasil skrining selanjutnya dapat dihubungkan dengan layanan kesehatan agar penanganan tidak berhenti pada tahap pemeriksaan.
Resti menegaskan pentingnya memastikan masyarakat yang ditemukan mengalami gangguan pendengaran memperoleh tindak lanjut. Dengan demikian, skrining tidak hanya menghasilkan data kasus, tetapi menjadi bagian dari rangkaian layanan kesehatan mulai dari deteksi, tata laksana, hingga rujukan.