Jakarta, InfoPublik – Dukungan akses pendidikan tinggi melalui Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi salah satu fokus penyesuaian anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2027.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Kemdiktisaintek menyampaikan adanya tambahan anggaran sebesar Rp1,267 triliun yang diarahkan untuk mendukung pelaksanaan KIP Kuliah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengatakan, dengan penyesuaian tersebut, pagu anggaran Kemdiktisaintek untuk 2027 menjadi Rp66,440 triliun. “Dapat kami sampaikan bahwa disetujuinya tambahan dari Badan Anggaran, pada sasaran KIP Kuliah,” ujar Brian, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Rabu (23/9/2026).
Tambahan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlanjutan dukungan bagi mahasiswa agar akses terhadap pendidikan tinggi tetap terbuka. KIP Kuliah menjadi salah satu instrumen dukungan pembiayaan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Dalam rapat tersebut, Kemdiktisaintek juga menyampaikan kebutuhan tambahan anggaran untuk mendukung sejumlah program pada 2027. Kebutuhan itu antara lain mencakup belanja pegawai dan operasional, keberlanjutan beasiswa mahasiswa, bantuan operasional perguruan tinggi, layanan pendidikan tinggi, serta berbagai program teknis kementerian.
Komisi X DPR RI menyetujui penyesuaian pagu anggaran Kemdiktisaintek 2027 menjadi Rp66,440 triliun. Selain itu, Komisi X menyetujui usulan tambahan anggaran sebesar Rp16,525 triliun untuk dibahas lebih lanjut bersama Kemdiktisaintek.
Usulan tambahan tersebut menjadi bagian dari pembahasan untuk memastikan kebutuhan program pendidikan tinggi, sains, teknologi, riset, dan operasional kementerian dapat terakomodasi dalam pelaksanaan anggaran 2027.
Pembahasan anggaran juga diarahkan pada upaya memperkuat akses dan kualitas pendidikan tinggi. Kemdiktisaintek menyampaikan bahwa pemerintah terus mengkaji berbagai opsi kebijakan untuk memperluas kesempatan masyarakat menempuh pendidikan tinggi.
Salah satu aspek yang turut dikaji adalah kebutuhan anggaran apabila perguruan tinggi negeri dapat diberikan dengan biaya yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Kebijakan tersebut membutuhkan perhitungan anggaran yang cermat agar perluasan akses dapat berjalan berkelanjutan.
Brian Yuliarto mengapresiasi dukungan dan masukan Komisi X DPR RI dalam proses penyusunan anggaran Kemdiktisaintek 2027. Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar berbagai program pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan sains dan teknologi dapat berjalan optimal. “Kami berharap dukungan ini dapat bersama-sama kita upayakan untuk mendapatkan tambahan anggaran bagi pelaksanaan program dan kegiatan yang lebih baik di tahun 2027,” pungkas Brian.