Jakarta, InfoPublik — Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memperkuat pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Jawa Tengah dengan menyiapkan 16 unit mobil tangki air dan 105 unit hidran umum.
Langkah tanggap darurat tersebut dijalankan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah yang memobilisasi sarana secara bertahap melalui koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Dukungan prasarana ini disalurkan seiring meluasnya dampak musim kemarau di wilayah Jawa Tengah. Berdasarkan data penanganan BPBPK Jawa Tengah per Agustus 2026, kekeringan telah meluas ke 24 kabupaten/kota dan berpotensi mengancam hingga 32 daerah, dengan sedikitnya 184.000 warga terdampak kesulitan memperoleh air bersih.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa ketersediaan air merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan hidup masyarakat dan kestabilan daerah, sehingga penanganan pasokan air bersih harus dilakukan secara responsif dan terpadu.
"Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga," tegas Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Hingga saat ini, sebanyak embilanunit mobil tangki berkapasitas 4.000 liter dan 12 unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter telah disebar ke berbagai titik krisis. Mobilisasi tangki air menyasar sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Jepara, Sragen, Tegal, Cilacap, Blora, Banjarnegara, dan Pekalongan.
Sementara itu, penempatan hidran umum diprioritaskan di Kabupaten Pemalang sebanyak dua unit, Kabupaten Banjarnegara 8 unit, dan Kabupaten Cilacap 2 unit untuk mempermudah akses penampungan air warga.
Di Kabupaten Banjarnegara, distribusi air bersih telah menjangkau 11 lokasi krusial, seperti Dusun Kempyang, Dusun Karanggedang, Desa Jalatunda, Desa Wiramastra, Desa Linggasari, Desa Gemuruh, Desa Serang, Desa Kebutuhjurang, dan Desa Karanganyar. Total pasokan air yang telah disalurkan di kawasan tersebut mencapai 108.000 liter untuk melayani kebutuhan 669 kepala keluarga atau 4.638 jiwa.
Kementerian PU terus menjalin koordinasi intensif bersama pemerintah daerah guna memantau perkembangan di lapangan serta memastikan kesiapsiagaan armada bantuan air bersih selama masa penanganan kekeringan berlangsung.