Jakarta, InfoPublik – Semangat kemerdekaan diwujudkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui langkah konkret melindungi kesehatan perempuan. Bersama Dewan Pengurus KORPRI Nasional, KORPRI Kemkomdigi kembali menghadirkan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga dengan mengusung semangat “Perempuan Indonesia Merdeka dari Kanker Serviks”.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kementerian Komdigi, Rabu (19/8/2026), menjadi rangkaian lanjutan program Sejuta Vaksin HPV yang digagas Dewan Pengurus KORPRI Nasional. Hingga pelaksanaan dosis ketiga, hampir 2.000 dosis telah disalurkan dalam tiga kali kegiatan vaksinasi di lingkungan Kemkomdigi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi sekaligus Ketua Bidang Kesehatan, Kesejahteraan, dan Pengabdian Masyarakat Dewan Pengurus KORPRI Kementerian Kemkomdigi, Mediodecci Lustarini mengatakan, antusiasme pegawai dan keluarga menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap akses vaksinasi HPV yang lebih mudah dan terjangkau. “Alhamdulillah hari ini kita sudah mencapai dosis ketiga, kita sudah menyalurkan hampir 2.000 dosis dalam tiga kali kegiatan. Jadi rata-rata yang hadir, yang datang pesertanya itu lebih dari 650 orang,” ujar Mediodecci.
Pada pelaksanaan kali ini, panitia menyediakan 800 dosis. Hingga siang hari, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 670 orang dan layanan masih dibuka hingga kuota terpenuhi atau waktu pelayanan berakhir.
Menurut Mediodecci, program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai perempuan Kemkomdigi. Keluarga ASN, termasuk istri dan anak perempuan, juga dapat memanfaatkan layanan vaksinasi tersebut. Bahkan, masyarakat sekitar yang mengetahui keberadaan program dapat ikut mengakses vaksinasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Perluasan akses itu menjadi bagian dari upaya KORPRI Kemkomdigi mendukung target program nasional Sejuta Vaksin HPV. Vaksinasi yang dilaksanakan secara terpusat di lingkungan kementerian dinilai memudahkan pegawai dan keluarganya memperoleh perlindungan tanpa harus mencari layanan secara mandiri.
Program tersebut juga memiliki keunggulan dari sisi keterjangkauan biaya. Mediadecci menjelaskan, dukungan Dewan Pengurus KORPRI Nasional membuat vaksin HPV dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp290.000 per dosis, jauh lebih rendah dibandingkan harga layanan serupa di sejumlah rumah sakit yang dapat mencapai sekitar Rp1,2 juta hingga Rp3 juta per dosis. “Dengan adanya program KORPRI Nasional itu hanya Rp290.000 per dosis,” katanya.
KORPRI Kemkomdigi juga menyiapkan langkah untuk memperluas program serupa ke daerah. Koordinasi akan dilakukan dengan struktur KORPRI Kemkomdigi di berbagai wilayah, termasuk Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), serta satuan kerja dan lembaga penyiaran yang berada dalam ekosistem Komdigi seperti TVRI dan RRI.
Dalam skema tersebut, vaksin disediakan KORPRI Nasional melalui mitranya, sedangkan struktur KORPRI di daerah menyiapkan lokasi, menghimpun peserta, dan memastikan informasi layanan tersampaikan kepada pegawai. “Dewan Pengurus KORPRI Nasional memberikan arahan agar kegiatan ini perlu diduplikasi di struktur KORPRI Komdigi yang ada di seluruh Indonesia,” kata Mediodecci.Vak
Vaksinasi Dosis Ketiga
Pengurus Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Ketua Departemen Perlindungan Kesehatan, Hariyadi Wibowo, mengatakan vaksinasi dosis ketiga merupakan bagian penting dalam rangkaian perlindungan terhadap HPV. Ia mengapresiasi KORPRI Kemkomdigi yang telah menyelenggarakan vaksinasi hingga tahap ketiga.
Menurut Hariyadi, program Sejuta Vaksin HPV pada 2026 memprioritaskan perempuan sebagai kelompok sasaran. Ia berharap target satu juta vaksin HPV dapat tercapai sepanjang tahun ini sekaligus membuka akses bagi perempuan yang belum memperoleh kesempatan vaksinasi. “Harapannya satu juta ini akan terlingkupi di dalam satu tahun 2026 ini,” ujar Hariyadi.
Ia juga menyampaikan rencana KORPRI Nasional untuk membahas program vaksinasi HPV bagi laki-laki pada 2027. Langkah tersebut disiapkan seiring pemahaman bahwa HPV juga dapat berdampak pada laki-laki, meskipun manifestasi penyakitnya berbeda. Hariyadi mengajak ASN yang belum memperoleh vaksinasi maupun keluarga yang dapat difasilitasi untuk memanfaatkan kesempatan vaksinasi berikutnya.
Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi Sekretariat Jenderal Kementerian Komdigi, Imam Suwandi menilai vaksinasi menjadi bagian penting dari upaya menjaga perempuan Kemkomdigi tetap sehat sehingga dapat menjalankan peran dan tugasnya secara optimal.
Ia mengapresiasi KORPRI Nasional dan KORPRI Kemkomdigi yang telah memfasilitasi vaksinasi dari dosis pertama hingga dosis ketiga. “Dalam momen kemerdekaan RI ke-81, kita menginginkan perempuan Komdigi bebas, artinya semuanya sehat dan bisa menjalankan tugas dan fungsi masing-masing,” ujar Imam.
Rangkaian vaksinasi dosis ketiga ini bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Momentum tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa kemerdekaan dapat dimaknai melalui upaya menjaga kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
KORPRI Kemkomdigi berharap program vaksinasi HPV dapat terus diperluas sesuai kebutuhan pegawai dan keluarga. Dengan akses yang lebih dekat, terjangkau, dan terkoordinasi, semangat “Perempuan Indonesia Merdeka dari Kanker Serviks” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan pencegahan yang nyata.