Jakarta, InfoPublik – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong ulama dan habaib terus berperan menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta membina generasi muda di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.
Pesan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri pelantikan sekitar 1.500 pengurus Forum Ulama Habaib (FUHAB) Jakarta di Jakarta International Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/8/2026).
Pramono Anung mengatakan FUHAB memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang sejuk sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan. “Saya ingin mengucapkan selamat karena bagaimanapun FUHAB ini adalah organisasi kemasyarakatan yang betul-betul pandangannya, cara berpikirnya itu membuat kesejukan kehidupan di masyarakat karena mereka betul-betul memegang teguh bahwa NKRI itu adalah harga mati,” ujar Pramono.
Kepengurusan FUHAB melibatkan ulama dan habaib dari berbagai wilayah Jakarta hingga kawasan aglomerasi. Menurut Pramono, luasnya jaringan tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat komunikasi sosial dan menjaga kebersamaan masyarakat. “Pelantikan Forum Ulama Habaib Jakarta dan sekitarnya dihadiri kurang lebih 1.500 orang pengurus. Kalau di Jakarta ada 267 kelurahan, ada 44 kecamatan, dan tentunya dari Depok, Tangerang, Bekasi, dan sebagainya,” ungkapnya.
Pramono menilai peran ulama dan habaib tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga penting dalam membangun karakter masyarakat, merawat kebersamaan, dan memperkuat toleransi. “Peran ulama dan habaib sangat penting dalam membangun Jakarta. Bukan hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan membina generasi muda,” tuturnya.
Ia mengatakan transformasi Jakarta menuju kota global harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan sosial. Kemajuan kota, menurutnya, tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. “Jakarta sedang bergerak menjadi kota global. Karena itu, kemajuan Jakarta tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diikuti kualitas manusia, karakter, moral, dan kehidupan sosial yang baik,” ujar Gubernur DKI Jakarta.
Karena itu, Pramono Anung berharap FUHAB dapat terus hadir di tengah masyarakat melalui pembinaan yang menyejukkan, memperkuat persaudaraan, serta ikut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial. “Saya berharap FUHAB bisa terus hadir dekat dengan masyarakat, memberikan pembinaan yang menyejukkan, merawat persaudaraan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di Jakarta,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan FUHAB dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga Jakarta tetap aman, toleran, dan inklusif. “Pemprov DKI siap memperkuat kolaborasi dengan FUHAB dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Jakarta yang maju, aman, toleran, dan bermartabat, tanpa meninggalkan nilai agama, budaya, dan kearifan lokal,” pungkasnya.