Manado, InfoPublik - Di ruang tamu rumah sederhananya di Manado, Sulawesi Utara, sejumlah pekerja bangunan terlihat mengaduk adonan semen. Sementara itu, pekerja lainnya tengah menyusun bata satu demi satu untuk membuat dinding baru di dalam kediamannya.
Kala itu, rumah Thelma Humena tengah direnovasi besar-besaran karena ia menjadi salah satu penerima manfaat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah. Thelma juga menjadi salah satu penerima manfaat program yang disebut Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Thelma tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. Sebab, rumah sederhana yang sebelumnya berdinding triplek akan segera berubah menjadi rumah dengan dinding kokoh. Selain itu, atap yang sudah rusak akan diganti dengan genteng baru yang siap melindungi ia dan keluarga dari panas dan hujan "Itu perasaannya sulit diungkapkan, senang memang luar biasa. Hanya bersyukur Allah masih kasih rezeki," ujar Thelma.
Bagi wanita berusia 48 tahun ini, menerima program bedah rumah tersebut masih terasa seperti mimpi. Sebab, ia sempat merasa tak akan mampu merenovasi rumahnya mengingat keterbatasan ekonomi yang dialaminya.
Thelma menceritakan bahwa ia sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek lorong yang kerap mengantarkan anak sekolah hingga ibu-ibu pergi ke pasar. Namun, profesi tersebut bukanlah pekerjaan yang ia pilih. Ia terpaksa menjalani pekerjaan itu karena sang suami, Faisal Ma'ruf, tak bisa beraktivitas akibat penyakit paru-paru yang dideritanya sejak 2014.
Beban ekonomi pun berpindah ke pundak Thelma. Kendati demikian, ia pantang menyerah agar suami beserta lima anaknya tetap bisa melanjutkan hidup.
"Jadi berapa hari, memang hanya ada beras. Kata suami, 'Kalau memang tidak ada apa-apa, kita puasa'. Tapi kasihan anak-anak. Jadi pas ada motor lagi nganggur, ah ojek saja, siapa tahu ada yang mau. Dari situlah saya jadi tukang ojek lorong," jelas dia.
Bagi Thelma, pekerjaan itu ia lakukan sehari-hari semata-mata untuk menyambung hidup. Penghasilannya yang pas-pasan hanya cukup untuk membeli bahan pangan dan kebutuhan dasar. Tidak ada ruang baginya untuk membeli barang-barang lainnya.
Namun, pada suatu hari, dua anak gadisnya mempertanyakan kondisi rumah yang mereka tempati. Mereka menginginkan hunian yang lebih layak agar bisa hidup lebih nyaman. Thelma dapat memahami permintaan itu. Sebab, rumah yang ia tempati jauh dari kata layak.
Hunian yang ia tempati selama 16 tahun itu hanya berdindingkan kayu triplek tipis yang kian lapuk dimakan usia. Dinding bata hanya terlihat di ruangan dapur, itu pun penuh retak akibat diguncang gempa bumi.
Thelma sempat merasa bahwa keinginan tersebut mungkin tak dapat dipenuhinya. Tetapi di benaknya, ia tahu bahwa keluarganya membutuhkan rumah yang lebih layak.
Apalagi, anak sulungnya yang berusia 25 tahun juga mengidap sebuah penyakit sehingga ia membutuhkan suasana yang aman dan nyaman agar segera pulih. "Anak saya yang nomor dua dan nomor tiga bilang, 'Umi, masa rumah begini-begini terus?' Lalu umi mau bikin apa kalau tidak punya uang?" jelas dia.
Secercah harapan pun muncul saat rumahnya didatangi oleh Kepala Lingkungan II Malendeng Manisian V. Repi. Kala itu, ia menawarkan Thelma kesempatan untuk mengikuti program BSPS. Tawaran tersebut diajukan Manisian setelah cemas melihat rumah Thelma yang sudah terlihat rapuh di berbagai sisi.
Thelma merasa sangat antusias. Ia segera menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan dan rumahnya pun disurvei langsung oleh petugas BSPS. Tak berselang lama, ia pun mendapat kabar yang sangat dinanti-nantikannya. "Mereka bilang, Ibu adalah penerima bedah rumah. Nah, dari situ, perasaannya sulit diungkapkan," jelasnya.
Rumah Lebih Layak
Kini, Thelma tengah menunggu rumah sederhananya bertransformasi menjadi rumah yang lebih layak huni. Wajahnya terus memancarkan senyum saat melihat para pekerja bangunan hilir mudik merenovasi rumahnya.
Baginya, renovasi rumah adalah salah satu manfaat dari program pemerintah yang akan terus disyukurinya. Oleh karenanya, ia tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Prabowo atas program BSPS yang diterimanya.
"Kalau tanpa bantuan Bapak, tanpa program pemerintah ini, barangkali kami sampai ke rumah saat musim-musim hujan ini rumahnya akan roboh. Jadi saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Presiden. Sekali lagi terima kasih, Pak," tutupnya.