BGN-KKP Perkuat Pemanfaatan Ikan sebagai Sumber Protein Program MBG
Jakarta, InfoPublik – Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat pemanfaatan ikan sebagai salah satu sumber protein dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sinergi tersebut dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani di Jakarta.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk memastikan menu MBG memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat sekaligus memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di masing-masing daerah.
“Intinya adalah bagaimana kandungan gizi dalam satu ompreng menu makanan yang disediakan bagi penerima manfaat, baik peserta didik maupun nonpeserta didik, yaitu 3B, Busui, Bumil, dan Balita, itu tersaji dengan kandungan gizi yang cukup,” ujar SudaryonoSudaryono dalam keterangan persnya yang diterima InfoPublik pada Kamis (1/9/2026).
Menurutnya, ikan memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan protein penerima manfaat. Pemanfaatannya tidak hanya berasal dari perikanan yang selama ini menjadi bagian dari konsumsi masyarakat di sejumlah daerah, tetapi juga dapat berasal dari hasil perikanan tangkap laut.
“Yang kami ingin sebetulnya tidak hanya itu, kami ingin memperlakukan perikanan tangkap di laut juga. Karena kandungan gizinya juga baik ya, apakah itu tongkol, apakah itu tuna, apakah itu ikan-ikan yang lain,” katanya.
Sudaryono menekankan penerapan menu MBG perlu memperhatikan karakteristik masing-masing wilayah. Penyediaan makanan tidak harus menggunakan menu yang seragam secara nasional, tetapi dapat menyesuaikan potensi pangan, ketersediaan bahan baku, serta kebiasaan konsumsi masyarakat setempat.
Pendekatan berbasis wilayah tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi pemanfaatan bahan pangan lokal, termasuk produk perikanan, dalam penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Selain memperkuat kandungan protein menu MBG, BGN menyatakan dukungan terhadap gerakan gemar makan ikan yang dikembangkan KKP. Kerja sama tersebut juga membuka peluang BGN berperan sebagai offtaker hasil perikanan untuk kemudian diserap dalam kebutuhan menu MBG.
“Jadi kami ingin dalam satu menu makanan kita itu ada ikan, kandungan asupan protein yang cukup, itu yang paling utama, dan salah satunya adalah ikan. Jadi kami mendukung gerakan gemar makan ikannya Kementerian KKP, kami siap untuk menjadi offtaker dan kemudian memperlakukan ini ke menu-menu ompreng,” ujar Sudaryono.
Kerja sama BGN dan KKP diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dan pemanfaatan potensi sumber daya perikanan nasional.
Dengan memasukkan ikan sebagai salah satu pilihan sumber protein dalam menu MBG, kebijakan tersebut sekaligus dapat mendorong pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di wilayah layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sesuai karakteristik dan ketersediaan pangan setempat.
© Copyright 2026, All Rights Reserved