SLEMAN, InfoPublik – Prosesi pengambilan air dari tujuh sumber mata air kembali menjadi bagian penting dalam rangkaian Merti Dusun Dayakan ke-16 Tahun 2026 di Dusun Dayakan, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Jumat (7/8/2026).
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki sekaligus penghormatan terhadap sumber kehidupan yang menopang aktivitas warga.
Prosesi dipimpin tokoh adat Dayakan, Suripto, yang menjelaskan, ketujuh sumber mata air tersebut memiliki nilai historis, ekologis, dan budaya yang penting bagi masyarakat.
"Sumber-sumber mata air ini memberikan manfaat besar bagi warga, terutama untuk pengairan lahan pertanian sehingga petani dapat menanam dan memanen padi hingga tiga kali dalam setahun," ujarnya.
Air diambil dari tujuh sumber mata air, yaitu Kali Trasi, Mbelik Cerme, Mbelik Makmur, Sumur Mbah Siswandi, Sumur Bapak Haryanto, Sumur Mbah Sainah, dan Sumur Mbah Harjo Diryo.
Sumur terakhir menjadi salah satu sumber yang istimewa karena telah berusia sekitar 120 tahun dan hingga kini tidak pernah mengalami kekeringan.
Seluruh air kemudian disatukan dan didoakan dalam prosesi selamatan sebagai simbol persatuan masyarakat serta harapan agar keberkahan dan kesejahteraan terus mengalir bagi warga Dayakan.
Suripto menjelaskan, prosesi tersebut juga dilengkapi dengan sesaji dan pembakaran menyan sebagai bagian dari tata cara adat yang telah diwariskan para leluhur.
"Penggunaan menyan merupakan simbol dalam tradisi adat dan tidak dimaksudkan bertentangan dengan ajaran agama. Kami berharap masyarakat dapat memahaminya sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan," jelasnya.
Merti Dusun Dayakan ke-16 akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 dengan mengusung semangat pelestarian budaya dan penguatan nilai religius.
Selain prosesi pengambilan air, rangkaian kegiatan meliputi khataman Al-Qur'an, selamatan, pengajian, kirab hasil bumi, serta pentas seni Jathilan Satrio Utomo Dayakan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat berharap Merti Dusun Dayakan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. (KIM DSN Ngaglik/Andy Ahmad)