PID Jadi Pengungkit Pembelajaran SMA Negeri 8 Kupang
Suasana belajar mengajar di SMA Negeri 8 Kupang, NTT. (Foto: Dok. KPM Kemkomdigi)
Suasana belajar mengajar di SMA Negeri 8 Kupang, NTT. (Foto: Dok. KPM Kemkomdigi)
Kupang, InfoPublik – Kehadiran Papan Interaktif Digital (PID) mulai mengubah cara belajar mengajar di SMA Negeri 8 Kota Kupang. Di tengah upaya pemerintah merevitalisasi sarana pendidikan, sekolah berharap dukungan transformasi digital terus diperkuat melalui penambahan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.
Kepala SMA Negeri 8 Kota Kupang, Semuel Djami Riwu, mengatakan selain menerima bantuan revitalisasi pembangunan empat ruang kelas baru dan dua unit toilet senilai Rp1,2 miliar, sekolah juga membutuhkan penguatan fasilitas digital.
"Kami sangat bersyukur dengan bantuan pemerintah melalui program revitalisasi. Mudah-mudahan ke depannya masih ada bantuan lagi karena kami masih kekurangan tiga ruang kelas. Harapan kami lainnya adalah perhatian pemerintah untuk literasi digital seperti perpustakaan digital. Selain itu, kami sangat membutuhkan laboratorium bahasa," ujar Semuel dalam Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/7/2026).
Menurut Semuel, sekolah memiliki tenaga pengajar bahasa Jerman dan bahasa Inggris yang kompeten. Namun, belum tersedianya laboratorium bahasa membuat proses pembelajaran belum dapat berlangsung secara optimal.
Pemanfaatan teknologi pembelajaran juga dirasakan langsung oleh para siswa. Siswi kelas XII, Nonia, mengaku Papan Interaktif Digital membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami.
"Belajar pakai papan digital lebih jelas, lebih berwarna, dan lebih mengerti," katanya.
Ia menambahkan, revitalisasi sekolah juga mengakhiri kondisi belajar yang sebelumnya kurang ideal. Sebelum pembangunan ruang kelas baru, satu ruangan digunakan oleh dua kelas dengan jumlah siswa mencapai sekitar 50 orang.
"Sekarang satu kelas sekitar 30 orang saja, jadi lebih nyaman dan lebih mudah mendengar penjelasan guru," ujarnya.
Sementara itu, Widya Praja Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Khamim, mengatakan pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, selain memperbaiki sarana fisik melalui program revitalisasi, pemerintah sejak 2025 juga mulai mendistribusikan Papan Interaktif Digital ke berbagai satuan pendidikan.
"Mutu pendidikan dapat ditingkatkan melalui proses pembelajaran yang berkualitas. Karena itu, selain memperbaiki sarana prasarana, pemerintah juga menghadirkan Papan Interaktif Digital untuk mendukung proses belajar mengajar," jelasnya.
Ia menambahkan, guru-guru di berbagai daerah telah mendapatkan pelatihan pemanfaatan PID agar teknologi tersebut dapat digunakan secara maksimal dalam kegiatan belajar mengajar.
Program revitalisasi pendidikan juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dalam pembangunan empat ruang kelas baru di SMA Negeri 8 Kupang, sekolah melibatkan sekitar 30 hingga 40 pekerja lokal dengan total upah sekitar Rp140 juta.
"Pekerjaan ini sangat membantu perekonomian kami. Selama tiga bulan itu kami menerima sekitar Rp140 juta yang dibagi kepada para pekerja untuk kebutuhan rumah tangga," ujar salah seorang pekerja bangunan, Stefanus.
Melalui perpaduan revitalisasi infrastruktur dan penguatan pembelajaran digital, pemerintah berharap kualitas pendidikan di daerah, termasuk di Indonesia Timur, semakin meningkat dan mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
© Copyright 2026, All Rights Reserved