Sumba Barat, InfoPublik – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menetapkan Arena Pacu Kuda Pada Eweta di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai venue pertandingan cabang olahraga Pacu Kuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT–NTB.
Penetapan tersebut disampaikan Marciano Norman saat meninjau arena sekaligus menyaksikan babak semifinal Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat 2026, yang diikuti para joki dan kuda dari berbagai kabupaten di NTT.
Menurut Marciano, hasil peninjauan menunjukkan arena telah memenuhi kesiapan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan Pacu Kuda Tradisional pada ajang PON mendatang. "Pertandingan Pacu Kuda Tradisional tempatnya di sini. Terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan seluruh pegiat olahraga berkuda di Sumba," ujar Marciano sebagaimana siaran pers yang diterima InfoPublik pada Jumat (17/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Marciano juga menyerahkan perlengkapan keselamatan berupa body protector dan helm produksi industri dalam negeri asal Jawa Timur, Sharktex, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan keselamatan para joki, khususnya joki cilik yang selama ini menjadi bagian dari tradisi pacuan kuda di Sumba.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat serta kesiapan infrastruktur menjadi nilai tambah bagi arena tersebut. Selain memiliki tribun penonton, lintasan juga telah dilengkapi pagar pengaman sehingga pertandingan dapat berlangsung aman dan tertib.
Gubernur NTT sekaligus Ketua KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas keputusan KONI Pusat yang menetapkan Sumba Barat sebagai lokasi pertandingan Pacu Kuda Tradisional pada PON XXII. "Itu yang akan menjadi keputusan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI NTT besok malam. Selamat untuk masyarakat Sumba Barat," katanya.
Bupati Sumba Barat Yohanes Dade menyebut keputusan tersebut sebagai momentum bersejarah bagi daerahnya. Menurutnya, olahraga yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Sumba kini memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
"Saya kira ini merupakan berkat untuk Sumba Barat karena untuk pertama kalinya Pacu Kuda Tradisional diangkat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada tingkat nasional," ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Pengurus Provinsi Pordasi Pacu NTT Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga mengatakan masyarakat Sumba menyambut keputusan tersebut dengan penuh kebanggaan. "Peristiwa ini menjadi kegembiraan besar bagi masyarakat Sumba karena Pacu Kuda Tradisional kini resmi dipertandingkan di PON, ajang olahraga tertinggi di Indonesia," katanya.
Arena Pacu Kuda Pada Eweta juga dijadwalkan menjadi lokasi penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacu Kuda 2026, yang merupakan salah satu tahapan persiapan menuju pelaksanaan PON XXII/2028.
Pacu Kuda Tradisional
Sementara itu, Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi Triwatty Marciano mengungkapkan masuknya Pacu Kuda Tradisional ke dalam PON merupakan hasil perjuangan panjang yang telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir. "Sekitar empat hingga lima tahun lalu saya berjanji kepada para pecinta pacu kuda tradisional bahwa olahraga ini akan kami angkat ke tingkat nasional. Alhamdulillah, kini janji tersebut telah terwujud," ujarnya.
Dengan masuknya Pacu Kuda Tradisional sebagai cabang olahraga PON, diharapkan lahir lebih banyak atlet berkualitas, sekaligus mendorong pengembangan sport tourism, industri olahraga, peternakan kuda lokal, hingga peningkatan perekonomian masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Penetapan venue Pacu Kuda Tradisional di Sumba Barat juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, melestarikan budaya bangsa, mengembangkan industri olahraga nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pariwisata dan event olahraga.