Jakarta, InfoPublik – Sebanyak 150 warga RT 02/RW 014, Kelurahan Bintara, Bekasi Barat, Jawa Barat akan mengikuti pelatihan literasi digital bertajuk "Cek Sebelum Cekcok" pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat mengenali konten hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), seperti deepfake, gambar sintetis, dan manipulasi audio-visual yang berpotensi memicu penyebaran informasi palsu.
Program yang digagas mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut menyasar ibu rumah tangga, lanjut usia, dan masyarakat umum yang aktif menggunakan media sosial serta aplikasi percakapan.
Kegiatan ini berangkat dari hasil pemetaan sosial yang dilakukan pada Juni 2026. Tim menemukan sebagian besar warga aktif berkomunikasi melalui grup WhatsApp di tingkat RT, RW, hingga komunitas Prolanis Klinik Trimedika. Namun, kemampuan memverifikasi kebenaran informasi yang diterima masih perlu diperkuat.
Tim juga mengidentifikasi kecenderungan membagikan informasi tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu atau yang mereka sebut sebagai shareable syndrome. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko penyebaran informasi yang keliru, terlebih dengan semakin mudahnya teknologi AI menghasilkan konten yang menyerupai kondisi nyata.
Untuk mengukur efektivitas pelatihan, peserta akan mengisi kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya akan digunakan untuk menilai peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali konten berbasis AI sekaligus menjadi dasar penyusunan program literasi digital lanjutan di wilayah Bintara.
Pelatihan menghadirkan Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina Dr. Rini Sudarmanti, Ketua Tim Pembinaan Komunikasi Publik Daerah Kementerian Komunikasi dan Digital Dimas Aditya Nugraha, Senior Product Marketing Specialist Pintu Reyner Jonathan, serta mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina Mona Azhari Nissaq sebagai narasumber.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dirangkaikan dengan sesi praktik penggunaan aplikasi AI yang dipandu oleh tim mahasiswa.
Program "Cek Sebelum Cekcok" merupakan bagian dari mata kuliah Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina Tahun Akademik 2025/2026 yang dibimbing oleh Tatik Yuniarti.