Mulai Demam Nobar Piala Dunia 2026 di Tanah Air, Pembukaan yang Singkat Tapi Memukau di Meksiko
Kegiatan
Kegiatan
Jakarta, InfoPublik — Masyarakat di sejumlah kota tanah air semangat mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) Pembukaan Piala Dunia 2026. Dari nobar di warung kopi, cafe, hotel hingga di markas TNI/Polri. Antusiasme warga juga terlihat saat "Nonton Bareng Pildun 2026: Bola Gembira Polri untuk Masyarakat" di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Jumat dini hari (12/6/2026). Melalui kegiatan itu, Polri ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat selama perhelatan Piala Dunia berlangsung.
"Malam ini menjadi momen yang sangat spesial karena kita dapat menyaksikan pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026 bersama-sama. Melalui nobar gratis serentak ini, Polri ingin menghadirkan kegembiraan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat," ujar Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Suasana kebersamaan terlihat di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri maupun lokasi nobar di berbagai daerah. Anggota Polri dan masyarakat tampak duduk bersama menikmati pertandingan pembukaan Piala Dunia. Kegiatan nobar bersama keluarga besar Polri tidak hanya digelar di Mabes Polri namun juga serentak sampai tingkat Polsek. Masyarak menikmati gelaran ini secara gratis.
Kegiatan nobar di Mabes Polri malam hari tadi dihadiri sekitar 1.030 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Mereka terdiri atas komunitas ojek online, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mitra Polri, dan masyarakat umum.
Pembukaan Tersingkat nan Memukau
Adapun, seperti disiarkan langsung dari TVRI Nasional dan TVRI Sports, Piala Dunia 2026 resmi dibuka di Stadion Azteca, Mexico City, Kamis (11/6/2026) waktu setempat, melalui upacara pembukaan yang berlangsung hanya sekitar 16 menit. Durasi tersebut menjadikannya salah satu opening ceremony tersingkat dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia FIFA.
Waktu pelaksanaan yang lebih singkat dibandingkan edisi-edisi sebelumnya merupakan bagian dari strategi penyelenggaraan tiga negara tuan rumah, yakni Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Selain memberi ruang lebih besar bagi persiapan pertandingan dan pemanasan pemain, format tersebut juga diterapkan pada upacara pembukaan di Toronto dan Los Angeles yang masing-masing hanya berdurasi sekitar 13 menit.
Meski berlangsung singkat, FIFA tetap menghadirkan pertunjukan yang memadukan musik internasional dan kekayaan budaya Meksiko. Band rock legendaris Meksiko, Mana, membuka acara di hadapan lebih dari 80 ribu penonton yang memadati Stadion Azteca.
Suasana stadion semakin meriah ketika sejumlah artis internasional seperti Danny Ocean dan J Balvin tampil secara bergantian membawakan lagu-lagu andalan mereka. Setiap penampil mendapat waktu terbatas, namun mampu menjaga antusiasme penonton sepanjang acara.
Salah satu momen yang menyita perhatian terjadi saat dua karakter bergaya Labubu muncul di panggung sebelum penampilan J Balvin. Kemunculan karakter tersebut memicu beragam reaksi karena dinilai tidak lazim dalam seremoni olahraga sebesar Piala Dunia.
Puncak acara ditandai dengan penampilan penyanyi Kolombia, Shakira, yang membawakan lagu tema Piala Dunia 2026 bersama musisi Nigeria, Burna Boy. Kehadiran Shakira kembali menjadi magnet utama setelah sebelumnya sukses membawakan lagu-lagu ikonik Piala Dunia seperti “Hips Don't Lie” dan “Waka Waka”.
Ribuan penonton berdiri dan memberikan sambutan meriah saat Shakira memasuki lapangan. Namun, penampilannya juga memunculkan perdebatan setelah sejumlah media internasional menyoroti dugaan penggunaan vokal rekaman pada sebagian pertunjukan.
Selain suguhan musik, panitia menghadirkan unsur budaya lokal melalui kostum tradisional bernuansa emas yang dikenakan para penampil. Ragam ornamen dan koreografi menampilkan identitas budaya Meksiko yang menjadi salah satu kekuatan utama seremoni tersebut.
Upacara pembukaan ditutup dengan pesta kembang api yang menghiasi langit Stadion Azteca. Gemuruh sorak-sorai penonton tetap terdengar sepanjang pertunjukan, mencerminkan antusiasme masyarakat Meksiko menyambut kembali Piala Dunia setelah terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1986.
Di luar stadion, suasana berbeda terlihat di sejumlah titik Kota Meksiko. Beberapa kelompok masyarakat dan organisasi sipil menggelar aksi damai untuk menyuarakan berbagai isu sosial, termasuk persoalan orang hilang yang masih menjadi perhatian publik di negara tersebut.
Meski demikian, penyelenggaraan hari pertama Piala Dunia 2026 berlangsung relatif lancar dengan pengamanan ketat dari aparat keamanan setempat. Kehadiran puluhan ribu suporter dari berbagai negara menandai dimulainya pesta sepak bola terbesar di dunia yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta dan dipandang sebagai tonggak baru dalam sejarah FIFA. Turnamen ini diharapkan tidak hanya menghadirkan kompetisi sepak bola kelas dunia, tetapi juga memperkuat pertukaran budaya dan persahabatan antarbangsa melalui olahraga.