Jakarta, InfoPublik — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan pentingnya penguatan kepemimpinan individu atau self leadership bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fondasi membangun organisasi unggul dan berintegritas.
Pesan tersebut mengemuka dalam sesi Leaders Talk yang menghadirkan Anggito Abimanyu pada kegiatan Penguatan Kompetensi ASN Kemenpora di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Dalam paparannya, Anggito menekankan bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas individu di dalamnya, khususnya dalam mengelola diri, emosi, serta pengambilan keputusan yang rasional dan berorientasi manfaat.
“Untuk menjadi sukses, setiap orang perlu memiliki pengendalian diri, baik dalam emosi, niat, ucapan, maupun tindakan. Mengalahkan diri sendiri justru lebih sulit, tetapi itu kunci utama keberhasilan,” ujar Anggito.
Ia menjelaskan, tantangan organisasi modern tidak hanya terletak pada aspek struktural, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan individu yang mampu berpikir kritis, adaptif, serta berani mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Menurutnya, ASN tidak boleh hanya menjadi pelaksana administratif, tetapi harus mampu menjadi problem solver yang memiliki argumentasi kuat dalam setiap kebijakan yang diambil.
“Seorang pemimpin harus memiliki alasan yang logis dalam setiap keputusan. Jika argumentasinya kuat dan membawa manfaat, maka organisasi akan bergerak lebih efektif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anggito menggarisbawahi tiga pilar utama dalam membangun organisasi unggul, yakni lembaga yang terpercaya, kepemimpinan birokrasi yang kuat, serta kolaborasi tim yang solid. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas tantangan pembangunan ke depan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemenpora dalam memperkuat transformasi tata kelola pemerintahan yang akuntabel sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita, khususnya pada penguatan kualitas SDM unggul dan reformasi birokrasi yang adaptif serta berorientasi pelayanan publik.
Melalui penguatan self leadership, ASN diharapkan mampu bekerja lebih profesional, inovatif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dinamika global.
Di akhir sesi, Anggito mengajak seluruh ASN untuk terus membangun pola pikir positif, menjaga integritas, serta memperkuat sinergi dalam organisasi.
“Mulai dari diri sendiri, kita bangun organisasi yang terpercaya, dengan kepemimpinan yang kuat dan kerja sama tim yang solid,” pungkasnya.
Kemenpora menegaskan bahwa penguatan kapasitas ASN melalui pendekatan kepemimpinan diri menjadi langkah strategis dalam menciptakan birokrasi modern yang tidak hanya efektif, tetapi juga mampu menjawab tantangan pembangunan nasional secara berkelanjutan.