Jakarta, InfoPublik - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menerima penghargaan pada Klaster Politics and Governance dengan kategori “Excellent Digital Transformation in Leadership” dalam ajang Wonder Mom Awards 2025 yang diselenggarakan Metro TV di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan kontribusi strategis Meutya Hafid dalam mendorong transformasi digital di sektor pemerintahan. Dalam hal ini, khususnya dalam menerjemahkan arah kebijakan Presiden terkait pembangunan ruang digital nasional yang inklusif, berdaya saing, dan aman.
Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO Media Group, Mirdal Akib, dalam acara Wonder Mom Awards 2025 yang berlangsung di Grand Studio Metro TV, Jakarta. “Terima kasih atas penghargaan ini. Bapak Presiden selalu menitipkan mengenai transformasi digital dan kami menerjemahkannya di Kementerian Komdigi dengan pilar 3T yaitu terkoneksi (terhubung), tumbuh, dan terjaga,” ujar Meutya Hafid.
Ia menjelaskan, pilar pertama adalah konektivitas yang harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara inklusif. "Konektivitas harus terhubung dari Sabang sampai Merauke dan bersifat inklusif pada 2026,” kata dia.
Pilar kedua, lanjut Meutya, adalah pertumbuhan, yang menekankan bahwa koneksi digital harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. “Kemudian pilar tumbuh bermakna bahwa koneksi ini harus bermanfaat bagi orang banyak,” ujar dia.
Di sektor pendidikan, Meutya menyampaikan terdapat program Presiden terkait digitalisasi pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas menjadi UMKM digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hingga ke sektor-sektor paling dasar. “Kita juga ingin menaikkan kelas UMKM menjadi UMKM digital dan bagaimana AI bisa masuk hingga ke ranah-ranah terkecil, seperti para peternak, para nelayan, dan para petani. Merekalah yang ke depan harus merasakan kemajuan dari teknologi,” tegas dia.
Pilar ketiga adalah terjaganya ruang digital. Menurut Meutya, pertumbuhan konektivitas dan pemanfaatan teknologi tidak akan optimal apabila tidak disertai dengan perlindungan ruang digital yang memadai. “Tidak ada manfaatnya koneksi, terbangun dan tumbuh namun ruang digital tidak terjaga,” ujar dia.
Ia menambahkan, pemerintah menerima banyak masukan terkait perlunya pengamanan ruang digital yang lebih baik, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak. "Karena itu, pemerintah atas arahan Bapak Presiden telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) pada Maret 2025 yang mengatur tentang penundaan anak untuk masuk ke ranah sosial media,” jelas dia.
Menurut Meutya, regulasi tersebut menjadi aturan kedua di dunia yang mengatur penundaan akses anak ke ruang digital. "Mudah-mudahan tahun depan PP ini bisa terlaksana sehingga kita bisa betul-betul menjadikan ruang digital aman bagi semua, termasuk anak-anak Indonesia,” kata dia.
Wonder Mom Awards 2025 merupakan program spesial Hari Ibu yang digelar Metro TV sebagai ajang apresiasi nasional untuk menyoroti kisah inspiratif, kontribusi strategis, serta kepemimpinan para Ibu Indonesia dari berbagai sektor kehidupan.
Ajang ini dirancang untuk memberikan pengakuan publik kepada figur perempuan yang menunjukkan inovasi, dampak nyata, keteladanan, dan dedikasi berkelanjutan di bidang pelayanan publik, sosial, maupun profesional.
Momentum peringatan Hari Ibu Nasional setiap 22 Desember menjadi pengingat pentingnya peran perempuan dalam pembangunan moral, sosial, ekonomi, dan budaya bangsa.
Melalui ajang ini, diharapkan lahir inspirasi bagi Ibu Indonesia dan perempuan pemimpin di seluruh Tanah Air untuk terus berkontribusi aktif dalam mendorong kemajuan bangsa di berbagai bidang.