Ada Penurunan Panganan Takjil yang tidak Memenuhi Syarat

: Ilustrasi. Salah satu contoh jajanan takjil/Foto: Tangkapan Layar Youtube Badan POM


Oleh Putri, Selasa, 2 April 2024 | 17:05 WIB - Redaktur: Untung S - 108


Jakarta, InfoPubik - Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) kembali melakukan intensifikasi pengawasan pangan terhadap pangan jajanan buka puasa (takjil).

BPOM melakukan sampling dan pengujian cepat di 1.057 lokasi sentra penjualan pangan takjil (3.749 pedagang). Pengujian dilakukan terhadap kemungkinan kandungan bahan dilarang digunakan pada pangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPOM L. Rizka Andalusia  mengatakan pangan mengandung bahan yang dilarang masih ditemukan pada pengawasan kali ini yaitu formalin, boraks, dan pewarna (rhodamin B dan metanil yellow).

"Namun demikian, terjadi jumlah penurunan takjil yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebesar 0,07 persen dibandingkan 2023 (1,17 persen)," kata Riza seperti yang dikutip InfoPublik Selasa (2/4/2024).

Lanjutnya, dari 9.262 sampel yang diperiksa, sebanyak 102 sampel (1,1 persen) mengandung bahan yang dilarang, yaitu formalin (0,53 persen), rhodamin B (0,30 persen), boraks (0,28 persen), dan metanil yellow (0,01 persen).

Pengujian pada satu sampel takjil yang TMS dapat menunjukkan hasil positif pada lebih dari satu parameter uji.  Rizka mengatakan BPOM berkomitmen terus mengawal keamanan pangan dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat, terutama selama Ramadan dan Idulfitri.

Pelaku usaha pangan kembali diminta untuk terus mematuhi peraturan perundang-undangan sehingga dapat menyediakan pangan yang aman bagi masyarakat.

Rizka juga menyampaikan pentingnya menerapkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi pangan.

"Masyarakat juga diimbau untuk membaca informasi pada label, memeriksa informasi nilai gizi, dan tetap memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada pangan yang dikonsumsi," kata Rizka. 

Masyarakat dapat memilih pangan olahan yang mencantumkan Logo Pilihan Lebih Sehat. Logo ini diberikan pada pangan olahan yang telah memenuhi kriteria “lebih sehat” berdasarkan kandungan gizi dibandingkan dengan produk sejenis, apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Minggu, 14 April 2024 | 21:05 WIB
Pembangunan Jalur Kereta Simpang Joglo Selesai September 2024
  • Oleh Putri
  • Sabtu, 13 April 2024 | 19:37 WIB
Kapal PELNI Layani 304 Ribu Penumpang Periode Arus Mudik
  • Oleh Putri
  • Sabtu, 13 April 2024 | 19:30 WIB
Volume Pengguna Commuter Line Jabodetabek Lebih dari 10 Juta