Menag Yaqut: Indonesia Contoh Terbaik Dialog Antaragama dan Peradaban

: Menag Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan pada Penyambutan Antar-Iman dan Antar-Peradaban bagi Kunjungan Imam Besar Al Azhar di Indonesia.


Oleh Wandi, Rabu, 10 Juli 2024 | 18:23 WIB - Redaktur: Untung S - 146


Jakarta, InfoPublik – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa Indonesia merupakan contoh terbaik dalam membangun dialog antaragama dan peradaban. Hal itu disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada acara Penyambutan Antar-Iman dan Antar-Peradaban bagi Kunjungan Imam Besar Al-Azhar di Indonesia.

Acara ini diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan Kementerian Agama di Jakarta, Rabu (10/7/2024). Hadir dalam acara ini Grand Syekh Al-Azhar, Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) Imam Akbar Ahmed Al Tayeb, Rois 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais 'Aam KH Afifuddin Muhajir, Katib 'Aam KH Ahmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf, para tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, dan aliran kepercayaan, serta ribuan Nahdliyyin dan umat dari berbagai agama.

"Indonesia adalah salah satu contoh terbaik dalam membangun dialog antaragama dan peradaban," tegas Menag Yaqut.

Gus Men, sapaan akrab Menag, mengawali sambutannya dengan menyampaikan salam dari enam agama. Menurutnya, salam tersebut merupakan cara Indonesia merawat kerukunan.

"Di tengah keragaman agama, aliran kepercayaan, suku, ras, dan golongan, bangsa ini dapat hidup berdampingan dengan harmoni," lanjutnya.

Menag mengatakan bahwa dunia saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja. Konflik antarnegara, antaragama, bahkan intraagama masih sering terjadi. Salah satu penyebab konflik tersebut adalah kurangnya kesalingan antarkomponen masyarakat.

“Salah satu cara terbaik untuk mencegah konflik adalah dengan membangun dialog antaragama dan dialog antarperadaban. Isu-isu universal seperti keadilan, kesetaraan, perdamaian, ekologi, dan keberlangsungan bumi dapat mempertemukan berbagai komponen masyarakat,” paparnya.

"Perdamaian, keselamatan, dan cinta adalah inti ajaran agama-agama. Dalam Islam, Nabi Muhammad menekankan pentingnya ifsyā’ as-salām (menebar salam perdamaian). Dalam Kristen dikenal ajaran cinta kasih. Dalam Hindu diajarkan konsep Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana, dan Catur Paramita. Dalam Buddha dikenal konsep Dhamma yang mengajarkan tentang keselamatan dalam kebenaran universal. Dalam Konghucu diajarkan 4 Watak Sejati yang harus dibina oleh setiap umat manusia, salah satunya adalah Ren yang berarti cinta kasih," lanjutnya.

"Ajaran luhur agama-agama ini mari kita jadikan sebagai nilai dan spirit untuk berdialog antarsesama, sehingga cita-cita kita semua untuk mewujudkan perdamaian dunia bisa terwujud," sambungnya.

Apresiasi Grand Syekh

Menag Yaqut menyampaikan salam takzim dan apresiasi atas kehadiran Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al Tayeb di Indonesia. Ini adalah kunjungan ketiganya, setelah 2016 dan 2018. Baru kali ini dalam sejarah hubungan Indonesia-Mesir, Grand Syekh Al-Azhar berkenan melakukan lawatan hingga tiga kali ke Indonesia.

"Ini menunjukkan kecintaan beliau kepada Indonesia, bangsa dengan populasi Muslim terbesar, bangsa dengan jumlah pengikut agama dan aliran kepercayaan terbesar. Bangsa yang bhinneka tunggal ika dan plural, tetapi berhasil membangun kehidupan yang rukun dan tenteram," ujar Gus Men.

Di mata Gus Men, Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Thayyeb adalah salah satu tokoh agama yang paling konsisten mengkampanyekan dialog antaragama dan peradaban untuk mewujudkan perdamaian dunia. Salah satu kontribusi penting beliau adalah terwujudnya Piagam Persaudaraan Kemanusiaan (Watsiqah al-Ukhūwah al-Insānīyah) yang ditandatangani bersama Paus Fransiskus pada 4 Februari 2019.

"Inti dari piagam tersebut adalah mengajak seluruh umat manusia hidup berdampingan dengan berpegang pada nilai-nilai perdamaian, saling pengertian, kesetaraan, persaudaraan, kebijaksanaan, keadilan, dan cinta," papar Gus Men.

"Terima kasih atas kehadiran Grand Syekh yang ketiga kalinya di Indonesia. Kami semua, warga bangsa Indonesia, selalu merindukan dan menanti kunjungan Syekh berikutnya. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam membimbing umat untuk mewujudkan peradaban dunia yang aman, tenteram, dan damai. Amin," harapnya.

 

Berita Terkait Lainnya