Kualitas Sarjana Program RPL Desa Dipastikan Setara Reguler
Foto: Sigit/Humas Kemendes PDTT
Foto: Sigit/Humas Kemendes PDTT
Jakarta, InfoPublik – Para sarjana dari jalur Pembelajaran Lampau Desa atau Recognition of Prior Learning (RPL Desa) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dipastikan memiliki kualitas setara program sarjana regular karena proses akademiknya telah melalui kendali mutu ketat.
“Sehingga output-nya sama, tidak ada perbedaan apapun dari sisi output antara pendekatan RPL Desa dengan reguler,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, dalam keterangannya terkait wisuda RPL Desa perdana di UNY Yogyakarta, seperti dikutip pada Senin (18/9/2023).
Menurut Menteri Abdul Halim, ada 384 perangkat desa asal Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur berhasil menjadi wisudawan angkatan pertama dari program yang digagas Kementerian Desa PDTT (Kemendes PDTT).
Para perangkat desa itu telah menempuh pendidikan dengan standar yang telah ditetapkan setara dengan sarjana reguler lainnya.
“Hanya saja pola pembelajaran yang membedakan, kalau reguler dimulai dari teori kemudian praktik sedang RPL Desa praktik dikonversi menjadi teori,” imbuhnya.
Menteri Abdul Halim mengatakan, tujuan utama RPL Desa adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) desa, sehingga segala proses rekrutmen hingga pelaksanaannya dijalankan secara sistematis, misalnya dengan dipilihnya Perguruan Tinggi Negeri dengan kualifikasi yang tepat.
RPL Desa dinilai sejalan dengan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin pembangunan desa diawali dengan peningkatan SDM.
Pada angkatan pertama, lanjutnya, total ada 966 perangkat desa yang mengikuti program RPL Desa. Dari 966 orang itu, 384 sarjana telah diwisuda di UNY, sedangkan sisanya diwisuda pada hari ini di Universitas Negeri Surabaya.
“Saya katakan ini wisuda pertama karena akan diikuti oleh wisuda-wisuda berikutnya saya katakan ini strata satu karena akan diikuti oleh strata berikutnya,” jelas dia.
Sementara itu, Rektor UNY Sumaryanto memberikan apresiasi kepada Kemendes PDTT dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro karena dinilai sangat peduli dengan pendidikan melalui memfasilitasi perangkat desa hingga akhirnya menyandang sarjana.
“UNY memang mengimplementasikan slogan yang sangat mulia yaitu pendidikan investasi peradaban,” kata Sumaryanto.
Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah menambahkan, pihaknya telah mengucurkan dana senilai Rp21,4 miliar untuk beasiswa RPL Desa strata satu (s1) dan Rp5,5 miliar untuk S2 untuk mendukung pembangunan daerah dari sisi peningkatan SDM.
“Ini tidak besar dibandingkan benefit, investasi SDM ini kecil, investasi SDM itu mahal benefitnya akan berimpact-imfact pada yang lain,” pungkas Anna.
© Copyright 2026, All Rights Reserved