Lebanon, InfoPublik – Tim Pengawasan Pelaksanaan Operasi (Waslakops) yang dipimpin oleh Paban VII/BMN Staf Logistik TNI, Kolonel Tek Budhi Arifa Chaniago, melaksanakan peninjauan dan evaluasi terhadap kesiapan operasional Satuan Tugas Tentara Nasional Indonesia Kontingen Garuda United Nations Interim Force in Lebanon (Satgas TNI Konga UNIFIL) di berbagai lokasi misi di bawah komando Markas UNIFIL, Naqoura, Lebanon.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Satgas TNI Konga UNIFIL berada dalam kondisi siap untuk menjalankan tugas mereka sesuai dengan mandat Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selama peninjauan di lokasi misi seperti UNP 7-1, UNP 7-3, UNP 9-63, dan UNP 9-2, tim Waslakops fokus pada evaluasi kondisi materiil dan kesiapan operasional Satgas.
Dalam keterangan tertulisnya pada Senin (19/8/2024), Kolonel Tek Budhi Arifa Chaniago menyampaikan bahwa tim Waslakops juga memberikan rekomendasi terkait peremajaan dan pengelolaan materiil, khususnya untuk menghadapi skenario kontinjensi yang mungkin terjadi.
"Peremajaan dan penggantian peralatan menjadi prioritas utama untuk memastikan efektivitas kesiapan operasional Satgas TNI dalam menjalankan tugas mereka sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB," ujar Budhi Arifa Chaniago. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat kontribusi TNI dalam misi perdamaian PBB serta memastikan bahwa Satgas TNI Konga Yonmek Indobatt tetap siap menjalankan tugasnya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon.
Lebih lanjut, Paban VII/BMN Slog TNI menjelaskan bahwa sejak tahun 2005, TNI telah aktif terlibat dalam misi UNIFIL. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa alat dan peralatan yang digunakan oleh Satgas TNI, termasuk kendaraan tempur, kendaraan taktis, dan persenjataan, telah mengalami penurunan kinerja. Oleh karena itu, peremajaan peralatan menjadi langkah penting dalam mempertahankan kesiapan operasional Satgas di lapangan.