Jakarta, InfoPublik – Eksistensi koperasi di era modern tidak lagi dipandang sebatas institusi simpan pinjam, melainkan telah bertransformasi menjadi pilar utama dakwah ekonomi kerakyatan.
Pesan luhur tersebut menggema kuat tatkala Menteri Koperasi sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI), Ferry Juliantono, meresmikan peluncuran Logo Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 yang dirangkaikan dengan Diskusi Publik Jakarta Berkelanjutan di Jakarta pekan lalu.
Ferry menegaskan, koperasi memiliki pertalian nilai yang amat erat dengan asas kekeluargaan dan gotong royong, seperti dikutip InfoPublik (5/10/2026).
Hal ini menjadikannya instrumen paling selaras dengan napas perjuangan Syarikat Islam dalam membangun ketahanan ekonomi umat.
Menilik lembaran sejarah, arah dakwah ini sejatinya merupakan napak tilas dari gagasan besar pahlawan nasional H.O.S. Tjokroaminoto.
Sang guru bangsa tersebut sejak lampau telah menggelorakan konsep pembebasan umat dari jerat kapitalisme melalui kemandirian ekonomi.
Melanjutkan estafet perjuangan tersebut, Kementerian Koperasi berkomitmen untuk bersinergi dengan SI guna membangun kekuatan ekonomi syariah.
Ferry memaparkan, kebangkitan bangsa akan disandarkan pada pilar-pilar penguatan koperasi, pengelolaan instrumen zakat dan wakaf yang produktif, hingga kepedulian terhadap kelestarian ekologi.
Spirit kemandirian yang digaungkan dalam menyongsong Kongres ke-42 ini rupanya beresonansi kuat dengan visi inklusif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Turut hadir dalam acara tersebut, Presiden SI Hamdan Zoelva mengungkapkan, paradigma ekonomi ke depan harus bergerak secara desentralisasi dan berpijak kuat di tingkat desa maupun kelurahan.
Menurutnya, pergerakan dari akar rumput ini harus didukung penuh oleh kebijakan negara agar rakyat tak sekadar menjadi penikmat, melainkan pelaku utama pembangunan.
Melalui konsistensi dakwah ekonomi ini, Syarikat Islam bertekad meruntuhkan tembok eksklusivitas pasar guna memastikan kemakmuran dapat dinikmati secara adil, merata, dan berkelanjutan. (Humas Kemenkop)