Curug, InfoPublik — Indonesia kembali menegaskan perannya di kancah penerbangan internasional melalui penyelenggaraan ICAO Developing Countries Training Programme (DCTP) 2025, sebuah pelatihan global yang diinisiasi oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).
Program ini difasilitasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) bersama Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU) Kementerian Perhubungan, dan resmi dibuka secara daring.
Kegiatan tahun ini menandai tahun kelima keterlibatan aktif Indonesia dalam mendukung pelatihan SDM penerbangan bagi negara-negara berkembang melalui inisiatif ICAO “No Country Left Behind” — program yang bertujuan memastikan seluruh negara memperoleh kesempatan setara untuk meningkatkan kompetensi di sektor penerbangan sipil internasional.
Kepala PPSDMPU M. Abrar Tuntalanai dalam siaran persnya yang diterima InfoPublik, Rabu (21/10/2025), menyatakan, pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam mendukung upaya global membangun Next Generation of Aviation Professionals yang tangguh dan adaptif.
“Melalui program ini, kami berharap dapat mendukung upaya global membangun profesional penerbangan generasi berikutnya yang tangguh, adaptif, dan berwawasan internasional,” ujar Abrar di sela pembukaan pelatihan.
Program ICAO DCTP 2025 menawarkan tiga pelatihan utama yang berfokus pada peningkatan kapasitas manajerial dan teknis:
-
Essential Soft Skills for NextGen Aviation Professionals (ESSNGAPO EN)
-
Performance-Based Navigation Overview (PBNO EN)
-
Air Transport Economics for Airport Professionals (ATEAP EN)
Ketiga pelatihan tersebut dilaksanakan secara daring (self-study) selama satu minggu dan diikuti oleh 60 peserta dari 29 negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris BPSDMP, Capt. Wisnu Handoko, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan DCTP 2025 mencerminkan pengakuan internasional terhadap kapasitas Indonesia sebagai negara yang mampu mengelola pelatihan berstandar ICAO.
“BPSDMP memiliki kurikulum dan tenaga pengajar berstandar internasional. Indonesia kini menjadi mitra strategis dan pusat pelatihan regional yang kredibel dalam pengembangan SDM penerbangan global,” ujar Capt. Wisnu.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Indonesia tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga penyedia keahlian dan pengetahuan di bidang penerbangan bagi negara-negara berkembang.
Kepala Bidang Pelatihan PPSDMPU, M. Andra Aditiyawarman, menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan secara daring dirancang untuk menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai zona waktu.
“Pendekatan self-study memungkinkan peserta dari berbagai negara mengikuti pembelajaran secara fleksibel tanpa mengurangi kualitas pelatihan,” terangnya.
Model pembelajaran digital ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi pelatihan BPSDMP menuju e-learning aviation platform, yang memungkinkan peningkatan akses, efisiensi, dan kesinambungan pelatihan SDM penerbangan di masa depan.
Melalui pelaksanaan ICAO DCTP 2025, Indonesia memperkuat reputasinya sebagai pemain kunci dalam pengembangan SDM penerbangan global, sekaligus mendukung agenda ICAO untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan efisiensi transportasi udara internasional.
BPSDMP berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan ICAO untuk memperluas jenis pelatihan serta meningkatkan jumlah peserta internasional di tahun-tahun mendatang.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari diplomasi teknik Indonesia di bawah kebijakan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada pilar “Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas SDM Nasional di Kancah Global.”
“Melalui program pelatihan ini, Indonesia menunjukkan komitmen nyata untuk menjadi bagian dari solusi global di bidang penerbangan. Kami ingin memastikan tidak ada negara yang tertinggal dalam pengembangan SDM penerbangan sipil,” tutup Abrar.