Masyarakat Makin Sadar Pentingnya Asuransi Jiwa

: Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (tengah) pada Rabu (29/11/2023) mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi digambarkan dari konsistensi peningkatan jumlah tertanggung. Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik


Oleh Isma, Rabu, 29 November 2023 | 11:00 WIB - Redaktur: Taofiq Rauf - 510


Jakarta, InfoPublik - Kesadaran masyarakat untuk berasuransi semakin tumbuh sejalan dengan digencarkannya peningkatan literasi keuangan yang dilakukukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi digambarkan dari konsistensi peningkatan jumlah tertanggung.

"Selama periode Januari-September 2023, jumlah tertanggung saat ini telah meningkat menjadi 94,18 juta orang," kata Budi dalam konferensi pers di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Sementara itu, lanjut Budi, total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal III-2023 mencapai 162,87 triliun

Budi menambahkan, dibandingkan kuartal III-2022, jumlah tertanggung tumbuh 16,5%. Pada kuartal III-2022 jumlah tertanggung tercatat 80,85 juta orang, sedangkan pada kuartal III-2022 mencapai 94,18 juta orang.

Budi mengungkapkan, pada kuartal III-2023 premi asuransi jiwa tumbuh 12,5% mencapai Rp67,67 triliun. Sedangkan di periode yang sama, klaim kesehatan tumbuh 32,9% menjadi Rp15,24 triliun.

Sejalan dengan total tertanggung, lanjut Budi, total polis industri asuransi jiwa juga mengalami peningkatan sebesar 27,87 juta polis, tumbuh sebesar 1,89 juta polis atau 7,3% dibandingkan kuartal III-2023.

"Dengan demikian, secara rata-rata per-individu memiliki uang pertanggungan sebesar Rp100,32 juta. Semakin tinggi uang pertanggungan setiap individu maka semakin tinggi juga jaminan ketahanan keuangan di masa depan," ujar Budi.